Laman

LIVE IS AN ADVENTURE

LIVE IS AN ADVENTURE

I think by traveling you can better appreciate yourself and the different cultures of the world... Enjoy life all around the world. To share with many people with different way of living. To love. To dance with the birds and sing with the wind....

Travelling brings color to my life. I'm travelling for the joy...
"...there is a difference between knowing the path and walking the path" - Morpheus

I am not good at writing but I want to share the adventure in my journey, but I have a lot of photo trips. Let the pictures are going to tell you about this trip ;)

Not only for the destinations, but it's about the journeys...
when you are traveling the time should be yours.

Some in my blog is using Indonesian, If you do not understand Indonesian you can use "Google Translate" at the top left of this blog. I hope this blog can be useful ...

DILARANG MENGAMBIL/COPY PHOTO-PHOTO DALAM BLOG INI TANPA IJIN!

GOOGLE Translate

Rabu, 28 November 2018

OECHINENSEE HIKING


Oeschinensee, Switzerland

Oeschinensee trail adalah jalur hiking yang sangat saya sukai, jejak panorama yang spektakuler di pegunungan di atas Oeschinensee yang super biru, saya tidak salah pilih untuk melakukan pengalaman hiking di Swiss. Jalurnya lebih mudah dari yang saya kira walaupun ada sedikit hambatan. Selain pendakian switchback di awal dan sesekali pijakan yang sulit di bebatuan yang longgar, tetapi sebagian besar mudah dilalui. Juga memiliki lereng curam di sisi jalan, tetapi jika Anda menyukai jalur gunung dan pemandangan indah, ini adalah cara sempurna untuk menikmati yang terbaik dari pegunungan Swiss!

Keindahan Oeschinen Lake ini memang sudah nge-hits oleh para pendaki gunung lokal karena selain pemandangannya yang khas ala pegunungan Swiss juga suasananya yang tenang dan hening seolah membuat area ini hanya milik pribadi para pengunjung tempat itu karena bisa dengan leluasa menikmati keindahan alamnya yang masih perawan dan suasana penuh kedamaian.


Oeschinensee, Switzerland

Dari Zermat kami melanjutkan perjalanan menuju Kandersteg dengan naik kereta api, maksudnya mobil kami naik kereta api sampai kota Visp, wow... ini keren sekali! baru pertama ini merasakan naik mobil masuk dalam kereta api, tapi sayang hari sudah gelap dan saya tidak bisa melihat pemandangan pegunungan dan tebing-tebing batu yang membayangi dalam perjalanan. Tiba di kota Visp, saya dan Gerard melanjutkan perjalanan menuju penginapan kami di Camping Rendez-vous Kandersteg Schweiz sudah jam 18.00 pm dan langit dihiasi awan tebal sepertinya akan turun hujan lebat, buru-buru kami merapihkan tempat tidur dan bersih-bersih, gak lama hujan pun turun deras sekali sangat berisik dan ternyata hujan es! Ugh, saya langsung memikirkan cuaca esok hari... yaa, besok pagi saya mau hiking ke danau Oeschinen... semoga besok cerah, dalam hatiku penuh harap.

Pagi sekali saya sudah bangun, setelah berberes dan sarapan pagi saya diantar Gerard ke stasiun kereta gantung dan ternyata masih dalam satu area dengan campingground yaa... kalau saya tau, saya cukup jalan kaki saja hehee... dan ternyata saya datang terlalu cepat, mulai beroperasi jam 9 pagi, tidak apa-apa saya menunggu dengan sabar. Setelah membeli tiket roundtrip seharga CHF 28 dengan menggunakan kartu debit bank nasional yang ada logo VISA-nya. 

Danau Oeschinen atau orang lokal menyebutnya Oeschinensee. Danau ini berada di Bernese Oberland, Swiss, 4 kilometer timur Kandersteg berada di lembah Oeschinen pada ketinggian 1.578 meter, dengan luas permukaan 1.1147 kilometer persegi. Akhirnya tiba waktunya memulai petualangan hiking di Oeschinensee





Trail Overview

Awalnya saat saya baca review tentang pendakian di Oeschinnensee itu cukup berat, tapi poto-poto pemandangannya sangat indah yang membuat saya bertekad untuk melakukan pendakian ini. Pada tanggal 13 September 2018 akhirnya Oeschinensee merupakan pendakian yang ke-3 yang saya lakukan dalam trip Switzerland.

Kawasan indah ini berada di ketinggian sekitar 5.200 kaki diatas permukaan laut dengan kedalaman danau sekitar 56 meter. Dimana tempat indah tersebut juga menjadi spot untuk bermain ski pada saat musim dingin yang seluruh daratan pegunungannya berubah menjadi hamparan putih yang dipenuhi oleh salju tebal dingin yang menjadi tempat favorit para pemain ski dunia untuk sekedar berlatih atau menghabiskan waktu liburan musim dingin mereka. Lokasi tepatnya berada di kawasan pedesaan Kandersteg wilayah Berneroberland yang bisa juga ditempuh dengan menggunakan kereta api langsung dari ibukota Swiss, Bern dengan jarak tempuh selama dua jam.

Berikut adalah peta hiking untuk daerah Oeschinensee di pegunungan Kandersteg yang saya jalani.



Memulai Petualangan


Berawal dari stasiun kereta gantung Kandersteg. Saya harus mencapai danau yang berada di ketinggian 1.578 m di atas permukaan laut dengan menggunakan Gondola/kereta gantung yang memuat 6 orang dewasa, tapi karna saya sendiri saya bisa duduk leluasa memandang alam dari jendela kaca nantinya... itu yang ada dalam pikiranku sebelumnya. Didepan saya sudah ada 3 orang lokal (2 pria dan 1 wanita) yang sudah antri. Saya tidak tau kenapa, seorang pria bilang saya boleh duluan karna teman wanitanya masih mencari sesuatu dalam tas.... dengan senang hati saya pun langsung lompat ke dalam gondola, tapi tiba-tiba mereka bilang boleh kami join... boleh! dan kami pun bersama didalam gondola. Sedikit pembicaraan kami, mereka tanya saya datang dari mana? dan saya bilang dari Jakarta sedangkan mereka dari kota Zurich yang ingin menginap di resort dekat danau untuk menikmati suasana diatas gunung setelah hiking selesai... oh nikmatnya dalam hatiku berbisik hehehe...

Gondola berjalan melewati lereng pegunungan, dari jendela saya bisa melihat pemandangan lembah yang indah. Di bawah saya juga melihat hewan-hewan ternak seperti sapi atau kambing sedang lahap merumput. Tidak labih dari 7 menit kami sudah berada di puncak gunung.

Tidak lama kami pun turun dari gondola dan kami pun berpisah mengikuti peta masing-masing, dan saya pun waktunya memulai petualangan.....





Untuk mencapai Panorama Trail, dimulai dengan mengikuti rambu ke danau. Setelah tiba diatas mulailah berjalan di jalan tanah berbatu kerikil yang rata dengan mengikuti tanda-tanda arah ke Läger / Oeschinensee. Sekitar 400m, jalan terbelah yang mengarah ke kiri ke atas bukit dan kanan menuju danau. Disini kami berpisah, saya mengambil arah mendaki ke hutan pinus Heuberg - Ober Bärgli dan mereka mengambil arah ke danau. Jalan ini akhirnya menyempit mengarah naik ke atas gunung setelah itu menurun di bawah puncak berbatu dan melintasi sedikit hutan pinus.




Tiba diatas bukit.... Tantangan dimulai! Saya hampir membatalkan hiking ini, saat itu saya tidak bisa melintasi jalan dikarenakan jalan setapak menuju bukit tertutup batu-batu kerikil yang lonsor dari tebing batu akibat hujan lebat semalam dan sisi lainnya jurang menganga mengarah sungai berbatu-batu. Saya mencoba membuat pijakan, tapi batu-batu itu bergerak jatuh ke jurang dan rasa takut pun membuat saya berhenti, menunggu dan berharap ada pendaki lain yang melintas ke arah sini. Tidak lama sepasang pendaki (saya pikir mereka pasangan suami-istri paruh baya) datang melintas dan menyapa, Grüezi! Saya langsung membalas dengan senyuman (bahagia dalam hati ada harapan lagi) dan membalas: Grüezi! Saya langsung mengikuti pasangan ini, dan tak lama pria itu melihat rute perjalanan yang tertutup batu kerikil dipinngir jurang.... hmm, dia langsung membuat pijakan untuk kami melintas, berulang-ulang dia injak sambil memiringkan badannya kearah tebing agar tidak jatuh ke jurang, sampai akhirnya jalan cukup kokoh untuk dipijak dan membantu istrinya melintas juga mengulurkan tangan buat saya juga.... oh my... (dalam hati saya bersyukur karena Tuhan mengirimkan pertolongan agar saya bisa melanjutkan petualangan ini). Dan akhirnya saya bergabung dengan mereka saat hiking walau saya lebih sering berhenti untuk mengambil poto karena tidak rela jika tidak mengabadikan keindahan pemandangan sepanjang perjalanan, tapi diujung jalan kemudian kami bertemu lagi.... begitu berulang-ulang :-))
 
Kami juga harus menyeberangi beberapa sungai kecil di sepanjang jalan kemudian melewati banyak air terjun, dengan pemandangan danau di bawahnya. Sungguh mempesona! Udara cukup hangat dan matahari bersinar cerah. Setelah melakukan perjalanan panjang ternyata kami belum sampai di Oeschinensee. Dari sana kami masih harus berjalan kaki lagi.




Piknik ditepi jurang Heuberg

Setelah 50 menit berjalan kaki, Kami mencapai sudut pandang yang sangat indah ini yang bernama Heuberg, tempat banyak orang berhenti untuk berfoto dan berpiknik. Ada beberapa kursi, dan lubang api untuk mamanggang/memanaskan bekal makanan untuk piknik, tetapi sebelumnya harus mengumpulkan kayu sendiri. Rute pendakian cukup curam di sini, jadi berhati-hatilah, terutama jika membawa anak-anak.






Pemandangan selama perjalanan yang indahnya juga luar biasa dimana mata kita dimanja dengan pemandangan pegunungan dan terlihat jauh ada beberapa rumah kayu Swiss yang khas tinggal di area pegunungan lengkap dengan peternakan sapi. Terlihat pemandangan di kawasan puncak pegunungan Alpen yang menampakkan salju di puncaknya saja karena saat itu adalah masa berakhirnya musim panas jadi salju disekitar kawasan lembah pun telah mencair.

Saya langsung sibuk mengambil banyak poto di area ini, setelah itu saya duduk sambil menikmati bekal makanan dan minuman yang saya bawa sambil menikmati pemandangan danau berair biru dibawah lembah. 





Tidak salah saya memilih diawal bulan September untuk melakukan hiking, cuaca masih bagus untuk melakukan hiking di pegunungan Swiss. Sinar matahari yang cerah dan semilir angin yang sejuk menerpa wajah, membuat segar dan semangat melanjutkan perjalanan. Nampak di puncak pegunungan Alpen hanya sedikit yang berselimut salju dan di destinasi ini aku bisa melihat pesona air danau yang berwarna biru toska yang sempurna.



......great views in every direction.




Melanjutkan Perjalanan

Setelah piknik dan beristirahat tak lupa mengabadikan keindahan serta berfoto, kami melanjutkan perjalanan, dari area ini kita bisa melihat pemandangan ke segala arah. Beberapa domba berteduh dibawah bebatuan besar. Banyak air terjun kecil percikan turun ke jalan ketika kami berada di sana.




Melihat ke bawah ke air terjun di bawah kami.



Kami harus menyeberangi beberapa aliran sungai di sepanjang jalan.



Tiba di Ober Bärgli Hut

Di ujung pendakian, Kami mendekati hut atau pondok gunung Ober Bärgli, disini saya berpisah dengan pasangan yang baik itu, mereka ingin beristirahat dan makan siang dan saya melanjutkan perjalanan. Oeschinensee dengan airnya yang berwarna biru. Indah sekali. Terlebih dari kejauhan kita dapat melihat pegunungan Alpen dengan lapisan salju abadinya. Cuaca yang cerah dengan angin yang berhembus terasa sejuk menerpa kulit wajah, membuat saya betah menikmati pemandangan sekitar danau dengan berlama-lama di luar ruangan.

View from the hut.

Pemandangan dari Ober Bärgli Hut


Kembali ke Gondola

Setelah puas foto-foto, akhirnya saya melanjutkan perjalanan lagi, rute mengarah turun. Untuk melanjutkan perjalanan, ikuti rambu jalan menuju ke Oeschinensee.






Jejak berjalan di bawah tebing ini.




Pada titik pertengahan, saat mencapai pundak pegunungan mengarah pondok gunung Ober Bärgli, yang menjual makanan ringan saja. Kemudian jejak kembali mengarah ke danau. Ketika saya tiba di tepi danau, saya menemukan tungku perapian, taman patung-patung terbuat dari batang kayu, di area ini banyak tempat duduk untuk bersantai dan ada restoran sedikit lebih jauh ke jalan yaitu Berghotel Oeschinensee.




Mampir di Danau

Mampir sebentar ditepi danau, tapi tidak lama karena badan sudah terasa sangat letih dan kaki berasa panas, rasanya ingin cepat-cepat kembali ke gondola. Jejak datar di danau, di mana saya menemukan banyak tempat untuk bersantai. Kemudian mendaki kembali melalui hutan atau mengikuti garis pantai ke restoran.

Untuk jalan pulang, ikuti satu jalur yang mengarah kembali ke kereta gantung sekitar 3 km, atau yang sudah letih... bisa menumpang Electric shuttle bus dari restoran menuju stasiun kereta gantung, kalo ketinggalan tunggu 30 menit kemudian bus akan kembali. Satu lagi area petualangan yang bisa dicoba yaitu slide alpine seperti prosotan yang meluncur dari gunung ke lembahnya, tidak jauh dari stasiun kereta gantung, tapi saya sudah terlalu letih untuk itu jadi saya lewatkan.

Nah, berhubung tengah liburan ke Kandesteg, kamu bisa mengunjungi danau Oeschinen yang tidak jauh dari kota. Tidak hanya pegunungan berselimut salju, di destinasi ini kamu bisa melihat pesona air biru yang sempurna. Wah, makin penasaran dengan keindahan Swiss kan? Yuk, buruan penuhi tabungan, buat paspor dan Visa. Jangan lupa untuk mencari tiket pesawat serta akomodasi dengan harga promo.



 if you like mountain trails and great views, this is a perfect way to enjoy the best of the Swiss alps!



Tickets & Opening Times
 
Lokasi: Berner Oberland
Jalur Pendakian: 8,5 km memutar (lihat peta dibawah), total sekitar 3,5 jam waktu berjalan
Dibuka: Musim panas dari awal Juli hingga pertengahan Oktober.
Info Lengkap bisa lihat disini: which trails are currently open.


Jalur pendakian yang saya lalui di Oeschinensee

Kereta gantung umumnya beroperasi dari jam 9:00 hingga 17:00, dan lebih lama selama musim panas. Pada tahun 2018, tiket perjalanan kembali dengan biaya cable car CHF 28 / dewasa, CHF 14 / anak, SBB Half-fare dan kartu Junior diterima. current timetable and prices.


Getting There

Oeschinensee ini dimana moda transportasi sangat mudah diakses dari tengah kota:
Dengan mobil: Setelah tiba di kota Kandersteg, ikuti rambu ke gondola Oeschinensee. Ada tempat parkir di dekat stasiun gondola dan di sekitar area, mesti pagi-pagi kalau tidak mau parkir area penuh karena terisi dengan cepat pada akhir pekan musim panas. Biaya parkir CHF 5 untuk satu hari, hanya koin.

Dengan transportasi umum: Naik kereta ke Kandersteg, kemudian dilanjutkan dengan bus sekitar 1 km menuju stasiun gondola. Ada halte bus di sebelah stasiun gondola tetapi saya tidak lihat jadwal bus untuk itu.

















Jumat, 23 November 2018

Ebenalp Seealpsee Adventure


Seealpsee, Ebenalp

Hai.... ini adalah perjalananku yang kedua kalinya mengunjungi Switzerland, seperti menapak tilas perjalanan tahun 2010 dahulu. Dan kali ini kunjungan saya dibulan September awal ditahun 2018 ini, khusus hanya mengexplor negeri yang indah ini saja, maksudnya tidak melakukan perjalanan ke negara lain dan... saya mau banyak explore Suiss dengan hiking! Ebenalp adalah rute pertama. 

Mengambil rute ini karena sudah terlalu ngehits seantero dunia akan keindahannya, membuat saya ingin melakukan hiking ke area ini. Ebenalp dengan ketinggian 1.640 m terletak di wilayah Appenzell di Swiss Timur adalah bagian puncak paling utara dari pegunungan Alpen. Gunung ini bisa diakses oleh kereta kabel dari Wasserauen sejak 1955.


 Lokasi:   Eastern Switzerland
Alamat: Ebenalp Cable Car
Schwendetalstrasse 82, 9057 Wasserauen
Mobil: 1hr30 from Zurich
Kereta: 2hr10 from Zürich HB to Wasserauen


Trail: 7.5 km one way (3,5 hr)
Elevation: highest point 1653 m, total descent 922m
Condition: narrow dirt trail
Skill: moderate
Open: May to October
Prices: hiking ticket: Adult CHF 20, Child CHF 7.50, under 6 free.
SBB Half-fare accepted.
Services: restaurant, playground
More info:  www.ebenalp.ch


Tiba di Wasserauen

Untuk menuju kesana kami mengendarai mobil menuju Wasserauen dan parkir di stasiun pangkalan kereta gantung Ebenalp (area parkir yang kecil jadi mesti pagi-pagi datang biar dapat parkiran) dan biaya parkir CHF 5 untuk satu hari dan dibayar tunai.

Petualangan dimulai dengan menaiki kereta gantung yang membentang dari Wasserauen ke Ebenalp. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 600m menuju restoran yang ikonik disisi tebing batu yaitu Berggasthaus Aescher. Jika dilihat dari peta pendakian dibawah ini: saya mengambil rute #1. Untuk mencapai danau, saya melanjutkan perjalanan dengan rute #8, dengan mengikuti tanda-jalan menuju Seealpsee.

Jangan lupa membawa tongkat untuk memberikan stabilitas ketika Anda menavigasi karena banyak tangga dan beberapa lereng yang licin. Gunakan sepatu yang nyaman untuk perjalanan panjang.


Rute hiking yang saya lakukan: #1 dan #8
EbenalpWildkirchliSeealpseeWasseraue, duration: 3 h, 7.5 km



Di stasiun kereta gantung, saya langsung membeli tiket untuk satu arah saja karena setelah itu saya akan hiking sepanjang jalan. Pada 2018, biayanya CHF 20 / dewasa. Mereka menerima kartu SBB Half-fare dan Junior.

O ya, kereta gantung beroperasi selama musim pendakian saja yaitu mulai akhir April hingga awal November. Berjalan setiap 15 menit dari sekitar jam 7:30 hingga 18:00, tetapi lebih baik cek waktu pengoperasian sebelum Anda pergi yaa...

Kereta gantungnya kecil, jadi pada hari-hari yang sangat padat, mungkin harus mengantre untuk naik. Tetapi kereta gantung berjalan terus menerus, sehingga tidak perlu khawatir tidak terangkut, tapi saya sedikit khawatir saat kereta penuh orang banyak dan melihat keluar jendela jadi deg...deg...an. untung saja perjalanan tidak lama akhirnya tiba di atas dengan selamat.


Trail to Wildkirchli and Cliff Restaurant

Setelah tiba di atas, ikuti rambu menuju Seealpsee, Wildkirchli-Höhlen, dan Berggasthaus Äescher. Hampir semua orang berjalan dengan cara yang sama di awal, jadi tidak akan tersesat. Tidak lama kami berjalan kaki akhirnya kami melewati gua yang remang-remang dan lembab, jadi hati-hati melangkah karena jalan sedikit basah dan licin.




Kemudian ikuti jalur pendakian dengan berjalan di samping tebing yang sangat curam tetapi ditemani pemandangan indah dari Pegunungan Alpen dan lembah Wasserauen.

Ketika kami mendaki menuju Aescher,kami tidak hanya disuguhi pemandangan alam yang mempesona, namun juga tempat-tempat bersejarah yang sudah berumur ratusan tahun.



Setelah beberapa menit, kami tiba di rumah pertapa dan gereja yang dibangun di dalam gua.



Rumah pertapa ini seperti museum, karena didalamnya ada beberapa poto pemilik rumah kayu ini dan tertulis sejarah kehidupan mereka saat itu.



Sebuah gereja yang dibangun di dalam gua, yang diketahui sudah berumur 400 tahun.



Pintu masuk gereja batu yang berada disisi tebing batu


Beberapa menit kemudian, kami melanjutkan perjalanan dengan mengikuti jalan setapak dibibir jurang yang berpagar besi pasti fungsinya untuk melindungi agar tidak jatuh menuju Berggasthaus Äescher yaitu penginapan dan juga restoran yang berada di dinding tebing batu. Kami mengambil tempat duduk di luar ruangan mengahadap pegunungan, perlu diingat tidak ada reservasi berkunjung ke restoran ini. Menu makanan khas Swiss, saya memesan Roesti dan teh hangat manis dengan pemandangan fantastis disekelilingnya.

Titik tinggi dari rute ini adalah, restoran gunung Berggasthaus Äescher. Restoran berada di tebing batu gunung Ebenalp, menempel ke kaki tebing vertikal dengan tinggi 100 m. Berggasthaus Aescher-Wildkirchli ternyata sudah berumur sekitar 170 tahun lho.


Berggasthaus Aescher


Berggasthaus Äscher adalah tempat yang unik, dibangun di tebing gunung yang sangat curam dan bahkan terlihat seperti itu masuk ke dalam gunung. Mungkin kurcaci membangunnya 🙂 Ini adalah tempat yang sempurna untuk beristirahat selama pendakian, jangan lupa menikmati makanan khas alpine yang lezat atau beer yang menyegarkan.

Terletak tepat di bawah Ebenalp Cliff, puncak utara di Appenzell Alps, dibalut dengan pemandangan keren di Alpstein. Tinggi formasi batuan maha besar ini lebih dari 2.500 meter, tempat ini berada di tempat terpencil tidak ada TV maupun Wi-Fi, tapi percayalah dengan pemandangan yang disajikan depan mata akan membuat kamu gak butuh itu semua.


Trail to Seealpsee

Setelah menikmati makanan dan pemandangan dari ketinggian tebing saya dan uncle Gerard berpisah, dia kembali ke Wasserauen dan saya melanjutkan hiking ke danau seorang diri. Awalnya sedikit cemas, membayangkan jalan sendiri ditengah hutan pinus dan melintasi jurang batu.... Ya ada saat saya jalan sendiri tidak bertemu dengan pendaki lain, ya saya nyanyi saja sambil melangkahkan kaki, tapi saat berpapasan dengan pendaki lain, mereka sangat ramah selalu menyapa.. Gruetzi! membuat saya merasa aman. 

Untuk melanjutkan perjalanan ke Seealpsee, saya mengambil rute melalui teras tempat duduk mengarah kebelakang bangunan, jangan lupa selalu ikuti tanda-tanda menuju “Seealpsee.” Ada beberapa jalur untuk menuruni gunung, ikuti tanda jejak kuning menunjuk ke Seealpsee. Pada titik ini, terbagi dua. Petunjuk arah kanan kembali ke gunung dan ke sisi kiri menuruni gunung menuju Seealpsee.






Walk around the lake

Jalur pendakian terus menurun dan melewati hutan menuju lembah. Setelah sekitar satu jam menyelusuri jalur pegunungan dan akhirnya saya sampai di jalan beraspal yang akan membawa saya ke Seealpsee, di mana saya berjumpa banyak orang berjalan di jalan itu, mereka yang tidak ingin mendaki tetapi hanya ingin piknik di tepi danau saja.

Pemandangan danau yang indah ini, dibelakangnya gunung Säntis yang perkasa, sangat mengesankan dari segala arah. Area ini sudah sangat populer banyak orang-orang lokal di akhir pekan yang cerah menikmati sambil piknik dipinggir danau, jangan kawatir ada banyak ruang untuk kita bisa duduk. Seealpsee berada di ketinggian yang lebih rendah sehingga perjalanan dari rumah makan diatas tebing menuju danau berasa perjalanan panjang sekali, capek? pasti lah 🙂  ... o iya, untuk hiking mulai dibuka pada pertengahan bulan Mei dan tutup pada awal bulan November, bisa pilih waktu terbaik di semua musim.





Alternative for non-hikers:
For a short outing, you can just ride up the cable car and walk to the cliff restaurant, then walk back and ride down.


Pemandangan indah disekitar Seealpsee, Ebenalp
A stunning scenery from Seealpsee



Jalur pendakian terus menurun dan melewati hutan menuju lembah. Anda akan mencapai jalan aspal yang akan membawa Anda ke danau Seealpsee.

Setelah melalui perjalanan yang meletihkan tetapi juga menantang dari Ebenalp hingga ke Seealpsee tapi menawarkan pemandangan spektakuler dari area hiking yang mempesona ini. Setelah perjalanan panjang, akhirnya saya bisa mencapai danau Seealp yang indah dengan di belakangnya gunung Säntis yang perkasa. 

Seealpsee adalah danau di kisaran Alpstein dari kanton Appenzell Innerrhoden, Swiss. Pada ketinggian 1.143,2 m dan luas permukaannya adalah 13,6 hektar. 





Ada banyak restoran di mana Anda dapat menikmati makan siang atau minuman dengan pemandangan danau. Juga, di salah satu dari mereka Anda dapat menyewa perahu untuk berlayar di sekitar danau dengan pemandangan yang menakjubkan.






a wonderful place, great scenery



Trail back to Wasserauen

Untuk kembali ke mobil atau kembali ke Wasserauen, ikuti saja jalan setapak dan sampai tempat di mana jejak hiking bertemu dengan jalan aspal dan terus ke bawah sampai desa. Jalan akan membawa  saya kembali ke bagian bawah gondola di mana memulai pendakian. Sekitar satu jam setelah meninggalkan danau, kemudian saya langsung menuju parkiran mobil. Lutut ku sedikit sakit sejak perjalanan menurun dari danau. But it was a great day and I’d definitely recommend it!






A stunning scenery. Steep mountains…. very steep !! 
All in all: a wonderful place, great scenery, lots of photo opportunities.