Laman

LIVE IS AN ADVENTURE

LIVE IS AN ADVENTURE

I think by traveling you can better appreciate yourself and the different cultures of the world... Enjoy life all around the world. To share with many people with different way of living. To love. To dance with the birds and sing with the wind....

Travelling brings color to my life. I'm travelling for the joy...
"...there is a difference between knowing the path and walking the path" - Morpheus

I am not good at writing but I want to share the adventure in my journey, but I have a lot of photo trips. Let the pictures are going to tell you about this trip ;)

Not only for the destinations, but it's about the journeys...
when you are traveling the time should be yours.

Some in my blog is using Indonesian, If you do not understand Indonesian you can use "Google Translate" at the top left of this blog. I hope this blog can be useful ...

DILARANG MENGAMBIL/COPY PHOTO-PHOTO DALAM BLOG INI TANPA IJIN!

GOOGLE Translate

Jumat, 15 Juni 2018

BERLIN CITY TOUR


Brandenburger Tor Berlin

Setelah selesai makan siang di Rothenburg ob der Tauber kami melanjutkan perjalanan kembali menuju Berlin, sekitar lima jam lamanya perjalanan: semoga tidak kemalaman tiba disana. Perjalanan yang panjang melintasi pegunungan, lembah, desa, dan oldtown Bavarian tidak pernah membosankan, banyak poto-poto indah yang saya dapatkan dan semuanya saya suka! yaa menggunakan mobil pribadi itu lebih nikmat dibanding dengan publik transport, bisa berhenti dimana pun yang kami inginkan.

Akhirnya tiba di kota Berlin. Hari sudah mulai gelap dan kami langsung menuju EastSeven Berlin Hostel yang sudah kami booking dari Jakarta. Kami mengambil 3beds private room untuk 2 malam. Setelah selesai check-in dan bersih-bersih, kami keluar mencari makan malam dan juga ingin melihat suasana kehidupan malam di Berlin mampir di cafe & bar yang kami temui cukup ramai pengunjungnya disekitar penginapan dan tak lupa mencicipi beer Jerman yang sudah mendunia. Tidak lama kami hang-out, mengingat besok pagi sekali kami harus sudah bangun pagi untuk berpetualang di kota Berlin.





Dan alasan kami mengunjungi kota Berlin, karena merupakan kota metropolitan di jantung Benua Eropa yang merupakan ibu kota Republik Federal Jerman. Berlin terletak di timur laut Jerman dan merupakan pusat dari kawasan Metropolitan Berlin-Bradenburg. Selain sebagai ibu kota Jerman, Berlin merupakan pusat kegiatan politik Uni Eropa. Selain itu, Berlin juga menjadi pusat dari kegiatan ekonomi, budaya, pendidikan, politik dan sains di Jerman. Kota Berlin sarat dengan berbagai bangunan megah peninggalan sejarah dan peradaban modern yang menakjubkan. Rasanya, tidak berlebihan jika Berlin dinobatkan sebagai kota metropolitan yang mewah dan romantis sekaligus tempat wisata di Eropa yang paling banyak dikunjungi wisatawan dunia.

Pagi sekali kami sudah bangun dan sarapan pagi di penginapan sebelum memulai petualangan. Uncle Gerard ingin beristirahat dan kami berangkat menggunakan publik transportasi yaitu Metro. Dan ternyata ramalan cuaca tidak meleset. Cuaca sudah buruk sejak pagi pertama di Berlin, dan anginnya dasyat benar. Tapi kami tetap semangat untuk melanjutkan petualangan di Berlin.







Kami beli tiket kereta sendiri lewat vending machine, ikuti saja caranya tersedia di mesin. Berhubung hari itu kami bakal mobile banget mondar-mandir di kawasan Berlin, kami beli tiket unlimited day pass (Tageskarte) yang jenis Berlin AB. Kalo kalian mau ke daerah yang lokasinya sedikit di luar Berlin kayak Potsdam, belinya yang jenis Berlin ABC. Kalo udah beli tiketnya, jangan lupa divalidasi ya! Ada di vending machine itu juga kok. Kalo lupa validasi dan ketauan (jika kena random check), dendanya lumayan mahal 60 Euro!

Objek-objek wisata yang terkenal di Berlin, tidak lepas dari sejarah Berlin Wall atau tembok Berlin dan Nazi di masa lalu. Termasuk empat objek wisata berikut yang wajib dikunjungi saat jalan-jalan ke Berlin.


1. Dome Bundestag

Kunjungan kami pertama yaitu: Bundestag atau Deutscher Bundestag juga disebut Reichstag Building merupakan gedung parlemen Jerman. Tapi sebenarnya kami hanya ingin mengunjungi kubah/rumah kaca/dome yang berada diatap gedung Bundestag-nya saja.

Bundestag adalah bangunan tua megah bergaya Renaisans di Berlin, dibangun pada masa Kekaisaran Jerman, dengan konstruksi oleh Paul Wallot pada tahun 1884. Bangunan ini awalnya dipakai sebagai gedung parlemen selama 39 tahun yakni sejak tahun 1894 hingga tahun 1933. Kemudian terjadi kebakaran hingga rusak parah disaat peperangan dahulu. Sampai akhirnya kembali berfungsi lagi tahun 1999 setelah rekonstruksi yang dipimpin oleh International Architect, Norman Foster. Pada masa Perang Dingin, bangunan ini physically berada di wilayah Berlin Barat tapi lokasinya cuma satu dua langkah saja dari garis Berlin Timur yang pada tahun 1961 dipagari oleh Tembok Berlin.

 

suasana didalam kubah kaca, Bundestag


Sejalan dengan kemajuan zaman, renovasi gedung ini banyak mengalami perubahan meski tetap mempertahankan kerangka bangunan yang asli. Saat ini di atas bangunan terdapat dome atau kubah kaca, dengan gaya modern dan ini menjadi daya tarik yang besar bagi wisatawan untuk mengunjungi Bundestag.

Untuk tiket masuk, Gratis! Tapi sebelum berkunjung kesana kita mesti registrasi terlebih dahulu dengan cara mengirim email ke website-nya yaitu: Visit The Bundestag Dome kalau bisa booking sebulan sebelumnya, ikuti saja petunjuk di website resmi tersebut dan mereka akan segera membalas email yang kita kirim dengan jadwal kunjungan kita berdasarkan ketersediaan waktu yang akan diberikan untuk kita berkunjung. Dan kami dijadwalkan berkunjung pagi hari yaitu jam 09.00 am, uuuuughrr kebayang dong dinginnya pagi di musim dingin.

Saat berkunjung, jangan lupa bawa bukti reservasinya karena harus ditunjukin ke petugasnya. Dateng ke tempatnya harus sesuai dengan waktu yang direservasi ya, jangan telat!





Cuaca pagi itu berkabut dan hujan gerimis diawal bulan Desember tapi tidak menghalangi semangat kami untuk memulai petualangan di kota Berlin walaupun angin dingin dan matahari pun masih bersembunyi. Sekitar jam 07.00 pagi kami keluar dari penginapan memulai petualangan hari itu menuju stasiun Alexander Platz dan berhenti di stasiun Bundestag.
 
Tidak jauh jalan kaki dari stasiun Bundestag menuju gedung Reichstag. Begitu tiba di depan halaman Reichstag, hujan semakin lebat untung saja kami membawa payung dari penginapan. Suasana masih sepi, tidak ada orang dan halaman luas yang disebut Platz der Republik itu ditumbuhi rerumputan hijau yang dibasahi hujan dan udara dingin yang menusuk tulang membuat kami langsung berjalan cepat memasuki gedung.

Jam 8 lebih dikit, beberapa orang udah ngantri buat pemeriksaan barang-barang. Kemudian kita dipandu petugas untuk naik lift ke dome-nya. Keluar lift nanti bakal ada audio guide yang bisa dipake secara gratis. Ada 2 tur yang ditawarkan: pertama, tur berkunjung ke ruangan parlemen dan kedua, tur mengunjungi dome yang berada diatap gedung. Dan kami hanya memilih tur dome saja.

Setelah keluar dari lift, kami langsung mengunjungi dome kaca yang ada di atas Reichstag. Kami dipinjamkan audio guide sebagai pemandu, begitu lewat titik tertentu nanti bakal kedengeran penjelasannya detail antara lain tentang sejarah dan pembangunan dome tersebut. Contohnya waktu saya pertama melangkah ke jalur melingkar, dibilangin semacem "selamat datang" dan kemudian lanjut menceritakan tentang gedung tersebut secara detail. Benar saja, memandang Reichstag sebenarnya tidaklah cukup jika belum masuk dan berkeliling di dalamnya.

Sayangnya cuaca pagi itu berkabut banget dan hujan semakin deras, jadi yang keliatan dari Dome juga kabut putih doang! Yang jauh-jauh kagak keliatan. Selain ngeliat sekitar kota, dari dalem dome ini juga keliatan ruang rapat utama pemerintahannya. Beruntung akhirnya hujan pun reda, kami bisa keluar dome dan menikmati keindahan kota dari atas.

Kubah kacanya sendiri dibangun kemudian pada tahun 1990 oleh arsitek asal Inggris yaitu Norman Foster. Selain memiliki pandangan 360 derajat dari kubah ini kita bisa melihat aula utama Reichstag. Karena memikirkan masalah ekologi sistem pemanas dan energi, kubah kaca ini dirancang dengan pengaturan cahaya alami mengkombinasikan teknik solar cell dan ventilasi mekanik. Disini juga ada pengontrol sengatan matahari. So, walaupun berada di dalam kaca transparan kita tidak bakal kepanasan. O iya, selain sebagai simbol bersatunya kembali kedua Jerman, kubah tersebut juga melambangkan transparansi di Jerman.




Tidak terasa, lebih dari 2 jam kami terbius suasana santai di Reichstag, akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan ke Brandenburg Gate atau disebut Brandenburger Tor dengan berjalan kaki karena tidak jauh letaknya, kami hanya mengikuti orang-orang berjalan dari sebelah kanan gedung dan kami juga melintasi taman kota Berlin yang berada disebelah gedung yaitu Tiergarten, kemudian menyebrangi jalan, terlihat berdiri gagah gerbang besar dan mewah yaitu: Brandenburg Gate. Tapi sebelum melanjutkan perjalanan, kami sempat makan siang di rumah makan dekat di Bundestag dan disebelahnya ada toko souvenir.





Di dekat Bundestag itu ada taman peringatan Memorial to The Sinti and Roma of Europe Murdered under the National Socilaist Regime. Korban genosida oleh Nazi. Memasuki taman ini suasananya terasa gimana gitu.... Kami pun berbegas meninggalkannya setelah melihat-lihat di dalamnya.


2. Brandenburg Gate

Pariser Platz merupakan lokasi yang sangat bersejarah bagi Jerman. Brandenburg Gate atau orang lokal bilangnya: Brandenburger Tor, ini dibangun antara tahun 1788-1791 atas perintah Kaisar Prusia Friedrich Wilhelm II dan dibangun oleh Carl Gotthard Langhans sebagai tanda perdamaian dan juga sebagai simbol bersatunya Jerman Barat dan Jerman Timur yaitu runtuhnya Tembok Berlin pada bulan November 1989 dan berakhirnya pembagian Berlin Barat dan Berlin Timur.

Setelah melintasi gerbang kita bisa melihat alun-alun kota Berlin, yang rame banget orang itu namanya Pariser Platz terhubung dengan salah satu jalan utama yaitu Unter den Linden. Ditengah-tengahnya berdiri pohon Natal raksasa menghiasi alun-alun ini.





Jika kita menonton berita tentang Berlin atau Jerman via televisi, maka kerapkali gambar Brandenburger Tor ini muncul. Bangunan Bradenburgh Gate memiliki ikon kereta di bagian atas. Dulunya, patung kereta kuda itu sempat diboyong ke Prancis saat masa pemerintahan Napoleon Bonaparte. Namun, kereta itu dibawa kembali ke Jerman setelah Prancis kalah dalam peperangan melawan Jerman.

Brandenburger Tor terdiri dari 12 kolom Doric, yang masing masing sisi dibagi 6, membentuk 5 jalan masuk bagi mobilitas penduduk. Di atas gate ini terdapat patung dewi Victoria, dewi kemenangan dalam mitos Yunani kuno yang mengendarai Quadriga. Didesain berdasarkan hikayat Propylaea menyerupai gerbang Acropolis di Athena. Ini sekaligus merupakan cerminan gaya arsitektur Jerman kuno. Saat ini, patung dewi Victoria yang mengendari kereta ini telah dirombak bagian kepalanya sehingga menghadap ke arah Kedutaan Prancis sebagai lambang kemenangan dulu atas Prancis.





Dan lagi, kalau kita menilik ke mata uang Euro, untuk koin pecahan 10 Cent / 20 Cent dan 50 Cent, disana juga terpampang gambar bangunan ini. Dari sebab itu, tiap orang yang datang ke Berlin pasti menyempatkan diri datang kesini. Kebanyakan orang-orang berlomba untuk mencari spot terbaik membidik gambar termasuk kami berdua! Memang benar, Brandenburg Gate adalah salah satu lokasi yang paling wajib dikunjungi dan diabadikan dengan kamera kesayangan Anda jika berkunjung ke kota Berlin loh! Kalo naik S-Bahn atau U-Bahn kalian bisa turun di stasiun Brandenburger Tor.


3. Checkpoint Charlie

Setelah itu rute selanjutnya Checkpoint Charlie, nyasar juga ketika berjalan menuju ‘Charlie Check Point’. Bila Brandenburg Gate adalah simbol persatuan dan perdamaian, sedangkan Checkpoint Charlie adalah simbol pemisah antara Jerman Barat dan Jerman Timur. Di sinilah, orang-orang yang ingin melintas dari Timur ke Barat atau sebaliknya diperiksa. Sampai sekarang masih ada pos-nya yaitu replika Checkpoint Charlie.




Berlokasi di pertigaan antara Friedrichstraße dengan Zimmerstraße dan Mauerstraße (lokasi ini lebih singkat dan keren dibilang Wall Street), asal mula nama Checkpoint Charlie ini diberikan oleh Western Allies, kubu militer Amerika Serikat terhadap satu titik perbatasan Jerman Barat dan Jerman Timur (selanjutnya disebut Berlin Barat - Berlin Timur). Checkpoint Charlie dulunya adalah pos pemeriksaan bagi orang-orang yang melintasi perbatasan Berlin Barat dan Berlin Timur. Amerika Serikat adalah salah satu kekuatan administrativ di wilayah Berlin Barat selain Inggris dan Perancis. Sementara bagi Uni Soviet yang menguasai Berlin Timur menyebutnya: Friedrichstraße Crossing Point. Wah, pelik juga…..satu kota dikuasa banyak Negara, Bos!



Checkpoint Charlie Berlin


Nama Charlie sendiri datang dari huruf C yang adalah satu dari fonetik milik NATO (NATO phonetic alphabet). So, tentu selain Checkpoint Charlie ada juga pos pemeriksaan lain, misalnya nih Checkpoint Alpha dan Checkpoint Bravo, keduanya di Helmstedt serta di Dreilinden. Cuman yang paling tersohor ya…Checkpoint Charlie ini. Kenapa? Ini karena pada tanggal 27 Oktober 1961 titik perlintasan ini menjadi tempat tank-tank Uni Soviet berhadapan dengan tank-tank Amerika Serikat akibat suatu insiden diplomatic misunderstanding. Sangar kan..??!

Pos ini merupakan simbol dari perang dingin. Hampir selama 30 tahun Checkpoint Charlie menjadi lambang perpecahan, bukan saja membelah Jerman namun juga dunia dalam peta politik. Kini, tempat ini pun sangat terkenal tapi orang-orang yang ke sini bukan untuk diperiksa oleh para tentara Jerman melainkan untuk foto bersama. Yap, di sini ada 2 lelaki berpakaian tentara dan beraksi seolah-olah penjaga Checkpoint Charlie. Ingin foto bareng? Siapkan sejumlah uang koin, sekitar 3 euro. 




Diantara pecahan Tembok Berlin


Kendati yang namanya Tembok Berlin sudah cuma sedikit yang tersisah di Berlin (Jangan kira akan sepanjang beberapa puluh meter. Yang ada cuma sepanjang setengah sampai tiga meteran dan sudah tersebar dibeberapa titik) dan yang ada di Checkpoint Charlie ini hanya sebagian kepingan Berlin Wall atau di lidah orang Jerman menyebutnya Berliner Mauer, tapi pengunjung ramai datang ke tempat ini. Selain ada museum Checkpoint Charlie, juga banyak toko-toko souvenir Perang Dingin.

Di tengah jalan masih terdapat pos jaga tentara Amerika dan ada sesi foto dengan beberapa model berbaju tentara AS. Ada satu toko dimana menjual postcard bergambar peristiwa peruntuhan Tembok Berlin di postcard itu ditempeli juga hadiah berupa kepingan Tembok Berlin. Boro-boro beli, saya kepalang tidak percaya jika itu bekas tembok sungguhan. Ya, pikir-pikir namanya juga bisnis, siapa tau itu dibuat-buat saja…hehehe… interesant, aber tut mir leid, Ich liebe mein Geld!

Ada juga cap "imigrasi" Jerman Barat dan Jerman Timur di paspor. Tapi saya takut jadi masalah nanti dan juga pake bayar, jadi saya nggak ngecap. Untuk mencapai Checkpoint Charlie, kalian bisa turun di stasiun Kochstraße.




Dari sini saya jalan lagi ke Gendarmenmarkt. Sayangnya, pas saya ke sini, pemandangannya ketutupan sama stan-stan yang udah disiapin buat Christmas Market. Plaza ini dikelilingi oleh tiga buah bangunan klasik yaitu Konzerthaus di tengah, Gereja Jerman di sebelah kiri, dan Gereja Perancis di sebelah kanan. Walau bisa dibilang bangunan tua, tapi sebenernya gak tua juga sih, banyak bangunan di kota-kota besar di Jerman yang rusak berat pas Perang Dunia II karena dihujani bom. Sehingga banyak dari bangunan tersebut yang sebenernya bukan bangunan asli melainkan hasil rekonstruksi.


4. Berlin Wall Monument

Tembok Berlin memang telah diruntuhkan sejak November 1989 namun saat berkunjung ke Berlin saya masih bisa melihat Tembok Berlin walau hanya sisah runtuhan saja. Tembok yang tersisa ini saya temui di bagian depan Topography of Terror. Selain Berlin Wall Monument, museum ini juga menyimpan banyak dokumentasi tentang sejarah Jerman dan Nazi.

Inilah landmark kota Berlin sekaligus peninggalan sejarah yang sangat terkenal di seantero dunia. Tembok Berlin adalah tembok pembatas dari beton yang dibangun oleh pemerintahan Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) dahulu kala untuk memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur. Tembok ini mulai dibangun pada tanggal 13 Agustus 1961 dan dibarengi dengan pembangunan menara penjaga sepanjang sisi tembok yang diisi dengan ranjau anti kendaraan.





Tembok yang bersejarah ini menjadi saksi bisu, banyaknya penduduk Jerman Timur yang tewas saat mencoba nekat menyebrangi tembok ini demi lari ke Jerman Barat akibat tak tahan dengan pemerintahan yang kejam. Tetapi saat ini, tembok pemisah sudah diruntuhkan dan sisa reruntuhannya menjadi landmark sejarah kota Berlin.


5. Alexanderplatz

Alexanderplatz ini merupakan square terbesar di Berlin. Di Alexanderplatz ini terdapat banyaaak pusat perbelanjaan dan makanan. Selain itu ada tram juga yang melintas di sini. Ramai sekali pokoknya! Belom lagi waktu itu ada banyak sale dan stan-stan Christmas Market juga menghiasi keramaian saat itu.





Selain itu, daya tarik Berlin adalah BERUANG dan AMPELMANN. Kenapa beruang? Jadi, katanya setiap kota di Berlin itu punya bendera sendiri dan ada gambar berbeda di tiap benderanya. Kalau Berlin ini gambar benderanya beruang, dan lucunya, pemerintahnya nempatin banyak patung beruang dengan dandanan funky yang berbeda di penjuru kota Berlin, jadi suka tiba-tiba terkejut, eeehhh itu ada beruangnyaa… lucu.. fotoo.. Hihii.. Daya tarik banget kan? Apalagi buat turis kayak saya yang suka banget beruang yang unyu-unyu.

Kalau Ampelmann itu, nama dari icon lampu lalulintas pejalan kaki di Berlin Timur. Berbeda dari lampu lalulintas pejalan kaki lainnya, yang di Berlin Timur ini bentuknya gambar berbentuk kartun yang lucu, seorang tentara bertopi dan bulet pendek..hehehe...lain daripada yang lain!

Untuk lalulintasnya, tidak banyak kendaraan yang akan kamu temukan yang menyebabkan macet, karena kebanyakan orang bepergian dengan sepeda dan tidak hektik seperti kota Eropa lainnya.

Setelah sarapan pagi, kami berangkat lagi ke kota lain menuju Prague. Ternyata snap and go untuk explor Berlin dalam 1 hari diawal musim dingin itu, sebenernya nggak cukup walaupun sampe malem. Masih banyak yang belum sempat saya kunjungi loh! Berlin begitu banyak menawarkan tempat-tempat cantik yang tak selesai dalam satu hari. 





Berlin dengan jumlah penduduk sebanyak 3,5 juta jiwa dalam tampilan kotanya kini sebagian besar dibaluri sejarah Jerman. Mulai dari Germany Empire tahun 1871, Weimar Republic, Nazi, Perpecahan Jerman, lantas reunifikasi pada tanggal 3 Oktober 1990 serta berbagai konflik lainnya. Dengan program konstruksi yang rada ambisius, berbagai site dibangun dan diperbaiki di kota ini dengan ciri khasnya sendiri-sendiri. Cita-cita untuk menghidupkan lagi kekayaan kota yang luluh lantak lantaran Perang Dunia II serta penghancuran kota baik di Berlin Barat maupun Timur berkawin pula dengan teknologi jaman kini. Sehingga kita bisa melihat dua sisi dalam tiap bangunannya, bangunan tua yang dipercantik oleh satu dua bentuk modern, sorotan lampu pijar yang mendramatisir bangunan pada malam hari. Yup…..tidaklah sulit, bagaimanapun Jerman adalah negara yang berjaya dalam bidang teknologi arsitektur.

Well, traveling kali ini really makes me realize what “enjoying the journey not the destination” quote means. The journey itself is indeed very fun and meaningful. Thanks, Berlin…. later, I will come to Germany again and traveling to another city, someday….


BERLIN ADVENTURE


Berlin Map




Selasa, 05 Juni 2018

Visit Neuschwanstein Castle di Jerman




Saat menyusun itinerary saya tidak pernah ragu memilih Munich sebagai salah satu destinasinya. Disamping dekat dengan beberapa tujuan di Austria, ada satu hal yang membuat saya harus mampir ke kota ini. Destinasi yang menjadi impian saya sejak lama adalah mengunjungi Neuschwanstein Castle, istana "Beuaty and the Beast" ala Disney yang terletak di desa Hohenschwangau, .







Pagi sekali kami sudah melanjutkan perjalanan dari kota Bregenz, kurang lebih memakan waktu 1,5 jam untuk tiba di Füssen. Neuschwanstein (baca: noi-shwan-shtain) dan orang lokal menyebutnya Schloss Neuschwanstein, memang benar-benar sebuah istana Gothic Revival bertengger di atas sebuah gunung yang menghadap desa Hohenschwangau di barat daya Bavaria - perbatasan dengan Austria.




Perjalanan kesana melalui kota-kota kecil dan pedesaan di kiri kanan jalan raya. Sepanjang jalan ada dataran rumput yang berwarna hijau dan beberapa ekor sapi dan kuda saja yang dibiarkan lepas di dataran rumput luas. Rumah-rumah kayu yang berhias bunga tersebar diperbukitan dengan berlatar belakang pegunungan Alpen, pohon-pohon gundul dan warna-warni daun di musim gugur menambah pesona keindahan. Alangkah nikmatnya berada di rumah-rumah itu dengan pemandangan hijau, luas dan seakan hampir tanpa ujung sebatas mata memandang... sungguh menenteramkan hati!

Kami masih diantar oleh Uncle Gerard, dengan menggunakan kendaraan pribadi memang menyenangkan yaa... kita bisa berhenti ditempat-tempat yang indah dengan leluasa. Pemandangan alam yang indah dengan cuaca yang sempurna membuat waktu berjalan cepat.




Neuschwanstein diatas gunung batu


Dari kejauhan saya sudah bisa melihat kastil Neuschwanstein diatas gunung batu, jalan masih lenggang, tapi saya sudah tak sabar lagi hehehe.... akhirnya kami tiba di Hohenscwagau tepatnya di parkiran mobil dan bus-bus wisata. Hohenschwangau sendiri adalah 'desa' kecil yang indah. Dikelilingi bukit bukit dan view dari 2 castle yaitu Neuschwanstein dan Hohenscwagau.



kastil Neuschwanstein


Untuk menuju kastil yang berada diatas bukit, kita dapat memilih cara yaitu: berjalan kaki menuju istana selama 20 menit (tentu saja ini gratis), atau memilih bus shuttle dengan tiket 3€ atau perjalanan dengan kereta kuda: kami memilih kereta kuda dengan tiket naik 6€! Sedangkan tiket turun dengan kereta 3€ tapi kami memilih jalan kaki untuk menuruni bukit, dengan bayar langsung ke pak kusir



Hohenscwagau Castle

Untunglah saat saya kesini diawal bulan Desember, antriannya tidak terlalu panjang. Di seberang kami lihat ada sebuah kastil yang berwarna kuning diatas bukit namanya kastil Hohenscwagau sama dengan nama desa tersebut. Konon itu adalah kastil yang dibangun oleh ayahanda dari Raja Ludwig II. Dari pelataran parkir ini, masih harus naik lagi keatas bukit, untuk mencapai kastil Hohenscwagau, tapi kami belum sempat mengunjungi kastil ini. Next time we will be back!





Akhirnya tiba waktunya kami menaiki kereta kuda, kami menaiki kereta kuda satu-per-satu hingga kereta full! Kudanya besar-besar, keretanya juga besar, muat sampai 11 orang, sambil menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Di titik titik tertentu juga bisa melihat Neuschwanstein dan Hohenschwangau castle yang berdiri nun jauh dipuncak bukit. Lucunya kami dipinjamin selimut untuk dipakai bersama-sama, karena angin di musim gugur memang gak main-main ya... dingin banget! Kereta kuda berjalan pelan menyelusuri jalan yang mendaki. Tidak menyesal naik kereta kuda ini. Jadi punya pengalaman unik. Sambil berangan-angan layaknya kami seperti rombongan istana yang kembali ke kastil dengan diiringi irama suara tapak kuda hehehe...

Di kanan kiri pepohonan yang sudah mulai gundul daun-daunnya. Dan di sebuah shelter, kereta kuda pun berhenti. Ternyata belum sampai loh! kami masih harus naik ke kastil, jalan kaki! Waduuhhh. Apa boleh buat, kami berjalan kaki ke atas bukit. Pesona Neuschwanstein membuat kami bersemangat melupakan nafas yang terengah-engah, dan berusaha segera sampai ke atas. Setelah berjalan 20 menit berjalan kaki kami berhenti di sebuah tebing, dibawah sana tampak sebuah danau yang memanjang, danau Alpsee. Bangunan istana kuning tampak kecil dibawah sana. Berjalan lagi sedikit dan akhirnya, sebuah kastil berwarna putih seakan muncul dari balik rimbunnya pohon pinus. Terpencil di atas bukit pada ketinggian 800 mdpl, kastil Neuschwanstein berdiri megah dikelilingi pegunungan Alpen dan bertetangga dengan danau Alp atau Alpsee.




Untuk menghindari antrian yang panjang, kami sudah membeli tiket by online dari Jakarta, jadi tinggal membawa print-out yang sudah ada barcode-nya. Harga 13€ /person. Kami memilih jadwal tour pagi (jam 10 pagi) biar tidak terlalu ramai sehingga bisa menikmati keindahan istana dengan leluasa. O iya, ada beberapa paket tour yang ditawarkan bagi pengunjung yang ingin melihat kedua kastil tersebut atau ditambah dengan kunjungan ke Museum of The Bavarian Kings. Harga tiket dan paket-paket yang ditawarkan dapat dilihat secara lengkap di-website-nya.

Pada saat membeli tiket by online jangan lupa menyebutkan bahasa yang dikehendaki saat tour. Selanjutnya di tiket masuk akan tercantum nomor tur dan jam masuk kedalam kastil. Usahakan jangan terlambat masuk dari jam yang telah ditentukan karena bila terlambat, kita harus membeli tiket baru. Jam masuk di tiket tertulis sebagai “Einlasszeit”. Tapi jangan kuatir tentang jamnya karena mereka sudah memperkirakan waktu yang cukup untuk perjalanan ke kastil.





Neuchswanstein berasal dari kata Neu yakni ”Baru”; Swan yakni ”Angsa” dan Stein ”Batu”, lebih pendeknya "Batu Angsa Baru", kurang lebih begitu karena kastil ini dibangun dengan membentuk benteng yang paling ambisius dari niat Raja Ludwig Friedrich Wilhelm atau Ludwig (Louis) II dari Bayern yang bermimpi dapat membuat istana paling termashyur di dunia dan menghibur diri dengan membangun kastil di perbukitan wilayah hijau Allgäu di Bavaria.

Sebelum mendekati castle, tidak jauh dari tempat pemberhentain kereta kuda, terdapat anjungan/teras kecil dimana kita bisa berfoto dengan latar belakang Neuchswanstein castle dari kejauhan. Dan akhirnya tiba di gerbang depan kastil terlihat megah yang terdiri dari menara tinggi di sisi kanan dan kirinya lengkap dengan lambang Kerajaan Bavaria yang akan membawa langsung menuju halaman depan kastil. Selanjutnya terlihat ratusan jendela yang artistik, atap-atap yang dihiasi menara kecil yang indah, sejumlah menara yang menjulang tinggi dengan atap seperti yang kita lihat pada kastil Disneyland serta sejumlah lukisan di dinding. Semua pengunjung berjalan dalam keadaan tertib. Kita akan mendapatkan nomor antrian sesuai tiket yang dipegang dan akan masuk sesuai kelompok nomor.







Kami menyusuri jalan beton yang cukup lebar, sambil menikmati keindahan di depan mata. Kastil ini tampak dalam perbaikan, beberapa tangga tampak disekitarnya. Disamping kastil kami berhenti, dibawah sana lagi-lagi danau yang tampak memanjang dengan bangunan-bangunan yang tampak kecil disekitarnya. Istana ini adalah satu dari tujuan turis yang terpopuler di Eropa. Demi alasan security istana ini hanya dapat dikunjungi dengan guide selama 35 menit. Ada guide spesial yang khusus memandu pengunjung melihat bagian dalam istana dan juga disediakan panduan audio dengan berbagai macam pilihan bahasa untuk lebih detailnya.

Bangunan putih dikelilingi pegunungan Alpen tak hanya megah di luar saja, namun interiornya pun tak kalah wah. Neuschwanstein tidak dirancang untuk merepresentasikan keluarga kerajaan, tapi kastil ini menjadi tempat pelarian Raja Ludwig II ke dunia impiannya, sebuah dunia puitis abad pertengahan. Dinding-dinding dalam kastil dihiasi lukisan mural yang terinspirasi opera karya Richard Wagner, komposer kesayangan sang Raja.

Ruangan yang paling megah dan cantik adalah The Throne Room, bagian interiornya dihias oleh lukisan-lukisan cerita-cerita Yesus dan murid-muridNya dan puisi abad pertengahan di seluruh temboknya dan mozaik di lantainya. Ada juga The Singers' Hall yang dibangun khusus untuk pertunjukan musik dan drama. Sampai dengan Raja Ludwig II wafat, beliau belum sempat menyaksikan pertunjukan apapun di tempat itu. Namun tempat dengan akustik yang baik itu, sampai sekarang masih dipakai. Ruangan favorit pengunjung adalah The Grotto, yang dibentuk seperti goa batu buatan lengkap dengan dengan pengcahayaan dan air terjun mungil dan taman kecil yang didasarkan pada cerita Hörselberg dari Tannhäuser saga. Asri untuk bersantai dan sebuah kanoe kecil yang cantik menghiasi ruangan ini. Musik dari Singers Hall juga dapat dinikmati dari tempat ini.

Bila melihat bagian luarnya yang berbau kuno dan bergaya abad pertengahan, orang tidak akan mengira bahwa bagian dalam kastil ini banyak memanfaatkan tehnologi yang tergolong modern di jamannya (ingat kastil ini dibangun pada abad ke 18). Didalamnya sudah ada lift, saluran air panas dan dingin, telepon, bahkan toiletnya sudah memakai automatic flushing. Kastil ini juga dilengkapi dengan jendela-jendela besar, suatu gaya yang tidak biasa di jaman itu.

Kamar tidur sang Raja diisi oleh tempat tidur besar dengan tiang kayu di keempat ujungnya, dan di bagian atasnya penuh dengan ukiran gambar semua katedral di Bavaria. Pemandu kami menunjukkan sebuah pintu rahasia. Pintu yang hanya seperti panel dinding berukir ini ternyata dapat ditarik dan menuju ruangan lain. Keren! Sayangnya pengunjung tidak diperbolehkan memotret bagian dalam istana, jadi kami hanya bisa memotret terbatas pada bagian luar istana saja. Nah kalo pengen tau suasana dalam kastil coba liat di google hehehe...



Neuschwanstein Castle


Pembangunan kastil dimulai pada tahun 1869 oleh Raja Ludwig II. Menurut sejarahnya, pembangunan Neuschwanstein terinspirasi saat Raja Ludwig II mengunjungi Kastil Wartburg yang berada di dekat Eisenach pada Mei 1867 serta saat mengunjungi Châteu de Pierrefonds pada Juli 1867.

Raja menganggap bahwa kedua bangunan bersejarah ini dapat mewakili desain kastil abad pertengahan yang bergaya romantik serta juga mewakili mitologi musik karya Richard Wagner yang merupakan seorang seniman opera sekaligus komposer yang sangat diidolakan oleh Raja Ludwig II.

Nama Neuschwanstein sangat erat kaitannya dengan kisah kepahlawanan Satria Angsa (Swan Knight Hero) dalam opera Lohengrin, karya Wagner tersebut. Seekor angsa (Schwan) digambarkan: sebagai simbol kesucian dan simbol dari makam Schwangau. Pantesan aja.... banyak sekali ornamen-ornamen dekorasi angsa di dalam kastil.

Ludwig II dikenang sebagai salah satu penguasa Jerman yang tidak biasa dan populer bagi rakyatnya. Popularitasnya ini disebabkan terutama karena tiga hal. Pertama, ia menghindari perang, sehingga menciptakan kedamaian di Bavaria. Kedua, ia membiayai sendiri pembangunan kastilnya sehingga tidak membebani kas negara dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Ketiga, ia sering menyamar untuk mengunjungi rakyatnya dan memberi hadiah yang berlimpah, orang-orang yang ramah terhadapnya. Menariknya lagi walaupun berkedudukan sebagai Raja, Ludwig II membangun kastil ini atas biaya sendiri walaupun akhirnya dia banyak berhutang.

Mungkin kalau di nilai dengan harga uang sekarang, biaya pembangunannya bisa mencapai $235 Million dollars. Bila ditambah dengan bunga-bunga hutang, nilai pengeluarannya bisa mencapai tiga kali lipat sekitar $800 million dollars. Bahkan keluarga sekaya Vanderbilt dengan nilai kekayaan penuh senilai $200 million tidak akan bisa membangun kastil ini. Jadi bisa dibayangkan betapa mengesankan dan ambisiusnya proyek ini.

Tapi sayang, dia hanya tinggal didalamnya selama 72 hari sebelum akhirnya ditangkap dengan tuduhan gila dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa oleh pemerintah, sehingga dianggap tidak mampu memerintah. Pada 13 Juni 1886 malam, ia ditemukan tewas bersama dengan psikiaternya di Danau Starnberg. Pengumuman resmi pemerintah menyatakan bahwa Ludwig II sengaja bunuh diri dengan menenggelamkan dirinya. Sebenarnya hal itu sangat diragukan karena sesungguhnya tidak terdapat tanda-tanda gila atau depresi. Dugaan sementara dia dibunuh saat akan melarikan diri dari rumah sakit tersebut. Dan, hasil otopsi tidak menemukan air dalam paru-parunya, sehingga timbul teori-teori lain mengenai penyebab kematiannya, antara lain dibunuh oleh lawan politiknya atau meninggal karena serangan jantung.


Replika Neuschwanstein Castle


Kisah Raja Ludwig II pun menjadi fenomena karena kepribadian dan impiannya. Di usia 40 tahun Raja Ludwig II meninggal dengan penuh misterius. Sampai sekarang tidak ada yang tahu penyebab kematiannya. Tak lebih dari enam minggu setelah kematian Raja Ludwig II, the fairytalecastle pun akhirnya dibuka untuk umum oleh Gubernur Luitpold. Padahal, saat awal pembangunannya, Raja Ludwig II sama sekali tak berniat pembangunan kastil ini untuk publik. Kastil itu dia bangun justru sebagai tempat persembunyian raja dan sebagai bentuk penghormatan kepada teman dekatnya Richard Wagner. Tapi apa daya, alasan pemerintah bermaksud untuk membayar hutang pembangunan kastil itu pada tahun 1899.





Sejak mulai saat itu sampai dengan Perang Dunia Pertama, Neuschwanstein menjadi sumber pendapatan bagi House of Wittelsbach. Istana Ludwig II ini barangkali merupakan satu-satunya sumber pendapatan dari keluarga kerjaan Bavaria sampai tahun 1914.

Neuschwanstein selamat dari kehancuran dari Perang Dunia II, karena lokasinya yang terpencil. Sampai dengan tahun 1944 digunakan sebagai tempat menyimpan barang rampasan Nazi dari Perancis. Pada waktu berakhirnya PD II, Reichsbank Jerman menyimpan emas di istana ini, dan pada akhir perang dipindahkan entah kemana.

Pada bulan April 1945, tentara Nazi bermaksud meledakkan istana untuk menghindari benda-benda seni agar tidak jatuh ke tangan musuh. Tetapi, rencana itu tidak jadi dilaksanakan hingga pada akhir Perang Dunia II, Neuschwanstein masih utuh terselamatkan, tidak rusak hingga saat ini. Neuschwanstein adalah simbol dunia era Romantisme. Pada tahun 2007, istana ini menjadi finalis dari Tujuh Keajaiban Dunia Baru, tetapi sayang tidak masuk dalam daftar Peninggalan Dunia UNESCO.






Karena keindahannya, kastil Neuschwanstein menjadi inspirasi bagi Walt Disney, ketika membuat kisah "Beuaty and the Beast" yang sudah terkenal di seluruh dunia itu dengan menjadikan kastil Neuschwanstein sebagai istananya. Dan kini kastil Neuschwanstein sudah melegenda sama seperti kisah "Beauty and the Beast". Walaupun pembangunan Neuschwanstein tidak terselesaikan, tapi kastil ini tetap terlihat anggun hingga kini.

Meskipun demikian, ruangan-ruangan yang sudah jadi sungguh memukau. Benar-benar seperti istana di cerita dongeng. Kastil ini memiliki lebih dari 200 kamar, hanya 15 kamar yang sepenuhnya selesai. Di lantai bawah, misalnya, adalah area layanan untuk staff. Selama tur kita mengunjungi lantai ketiga dan keempat sebagai tempat tinggal Raja. Lantai dua tidak pernah selesai dan sekarang berisi toko, cafetaria dan area multimedia. Sampai sekarang, kastil Neuschwanstein disebut-sebut sebagai salah satu kastil terindah dan terpopuler di dunia.






Pemandangan dari dalam istana ke luar, tidak kalah mengagumkannya. Langit yang cerah berwarna biru, gunung dengan sedikit salju di pucuknya, danau berwarna toska, hutan pinus yang masih lebat bercampur warna-warni daun di musim gugur dan sebuah air terjun tampak di kejauhan. Tidak pakai lama-lama, saya pun sibuk dengan kamera, tidak melewatkan kesempatan langka ini. Sungguh luar biasa!




Setelah menghabiskan waktu untuk foto-foto disini, akhirnya kami pun harus menyudahi kunjungan ini dengan berjalan kaki menuruni bukit. Perjalanan turun memerlukan waktu kurang lebih 30 menit berjalan kaki. Walaupun trekkingnya menurun kaki cukup pegal juga, tapi semuanya terbayarkan karena setiap kali berhenti untuk mengambil nafas kami bisa melihat pemandangan indah dibawah dimana hutan, danau dan rumah-rumah kuno membentuk suatu lukisan indah pemandangan ala Eropa. Jalur trekkingnya cukup lebar dan teduh karena di kanan kirinya diapit hutan. Tapi hati-hati kalau berjalan disini karena banyak kereta kuda yang lalu lalang mengangkut penumpang. Selain itu di beberapa tempat banyak kotoran kuda yang jatuh di jalan, jadi hati-hati jangan sampai terinjak yaa.






TIPS: Untuk menghindari antrian yang sangat panjang pada musim puncak di bulan Juni hingga Agustus. Bagi pengunjung yang datang tanpa memesan lebih dulu, harus menunggu sampai beberapa jam. Penting sekali membeli tiket jauh-jauh hari (by online), karena kita akan menghemat banyak waktu. Untuk yang on the spot penjualan tiket diproses secara eksklusif melalui pusat penjualan tiket di Hohenschwangau.

Cara paling mudah untuk mencapai kastil Neuschwanstein adalah dengan menggunakan kereta api tujuan Füssen. Dari Stasiun Füssen dilanjutkan dengan menggunakan bus nomor 73 atau nomor 78 dan berhenti di Halte Hohenschwangau atau Alpseestraβe. Di dekat halte tersebut ada loket penjualan tiket untuk mengunjungi Neuschwanstein. Loket tiket sudah dibuka mulai pukul 8.00 hingga 17.00 pada bulan April – 15 Oktober dan pukul 9.00 hingga 15.00 pada 16 Oktober hingga bulan Maret. Dari Hohenschwangau menuju castle bisa dengan cara : jalan kaki, naik bus, atau naik kereta kuda. Baik naik bus atau kereta kuda tetap harus lanjut jalan kaki sampai ke castle-nya loh! hihihi.

O ya jika berangkat dari Munich Hbf menuju Füssen, tidak perlu membeli tiket satuan. Karena ada BAYERN TICKET yaitu tiket yang berlaku untuk semua public transport di wilayah Bavarian**. Berlaku 1 hari tanggalan mulai pukul 9 pagi sampai lewat tengah malam atau jam 3 pagi keesokan hari nya. Bila weekend masa berlakunya lebih awal mulai pukul 00 ditanggal tersebut. Traveling bersama sampai dengan 5 orang cukup membeli 1 tiket saja...nah!! Hanya, ada penambaham sedikit - setiap penambahan penumpang, misalnya: Harga 1 tiket 23€, untuk orang kedua cukup menambahkan 5€. jadi kami cukup bayar 28€ untuk traveling berdua. Selama satu hari, kemanapun diwilayah Bavarian. Syarat harus berjalan bersama sama ya! Sedangkan Bus shuttle dan horse carriage yang berada diarea castle tidak dicover Bayern ticket, karena dimiliki oleh pribadi/swasta.

Bayern tiket ini bisa dibeli secara online (di Jakarta). Tinggal print atau tunjukkan barcode dari android setiap ada pemeriksaan di kereta atau menunjukkannya pada supir bus. Perjalanan bolak balik dari Munich menuju Neuschwanstein castle total membutuhkan waktu sekitar 5 jam, maka harus naik kereta yang paling pagi untuk mencukupi waktunya. Jika digunakan pada hari minggu, tiket bisa digunakan sejak pkl 00.

(Untuk menyusun rencana perjalanan kereta/bus yang detail sampai jam per jam, bisa melihat jadwal keberangkatan kereta/bus dari aplikasi captain train. Tidak perlu beli tiketnya, cukup untuk tahu jadwal keberangkatnnya saja).