LIVE IS AN ADVENTURE

LIVE IS AN ADVENTURE

I think by traveling you can better appreciate yourself and the different cultures of the world... Enjoy life all around the world. To share with many people with different way of living. To love. To dance with the birds and sing with the wind....

Travelling brings color to my life. I'm travelling for the joy...
"...there is a difference between knowing the path and walking the path" - Morpheus

I am not good at writing but I want to share the adventure in my journey, but I have a lot of photo trips. Let the pictures are going to tell you about this trip ;)

Not only for the destinations, but it's about the journeys...
when you are traveling the time should be yours.

Some in my blog is using Indonesian, If you do not understand Indonesian you can use "Google Translate" at the top left of this blog. I hope this blog can be useful ...


GOOGLE Translate

Rabu, 01 Februari 2017

Mengunjungi Rothenburg ob der Tauber, Germany.





Akhirnya kami tiba dikota kecil yang cantik ini di pertengahan bulan Desember tahun lalu dengan diantar uncle Jerry mengendarai mobil. Untuk menuju kota tua ini bisa dengan kereta api maupun bis. Melalui gerbang Rödertor yang merupakan satu dari 42 pintu masuk ke kota tua. Rothenburg ob der Tauber bisa diterjemahkan sebagai benteng merah di atas Sungai Tauber.





Bagaikan mimpi bisa mampir ke kota ini, Rothenburg ob der Tauber kota yang berada di district Ansbach Mittelfranken, Bavaria - Germany ini sangat indah! Walau hanya 4 jam kami menikmati keindahan kota ini - terburu-buru (itu pasti!) karna kami harus melanjutkan perjalanan menuju Berlin di sore harinya. Keindahan dan uniknya kota ini sungguh tak terlupakan, sepertinya tinggal di kota kecil bak negeri dongeng ini tentu membuat siapapun betah, apapun pekerjaan yang dijalani.
 





Salah satu aktivitas yang wajib dicoba adalah memanjat tangga dan berjalan menelusuri lorong sempit di atas benteng yang mengular sepanjang 3,5 KM. Melangkahkan kaki ke jantung kota dan disambut tembok benteng menjulang dan panjang, seolah melontarkan kita dengan mesin waktu ke abad yang berbeda. Menikmati pemandangan disekitar tembok yang mengelilingi kota tua tersebut terlihat rumah-rumah dan mobil-mobil seperti miniatur. Lanskap kota secara utuh pun bisa diabadikan tanpa terhalang pohon pinus, menara, atau atap rumah. Jika ramai, setiap orang hanya diijinkan berada di atas menara selama 5 menit.

Rothenburg ob der Tauber berada di ketinggian 434 M adalah salah satu kota abad pertengahan yang masih melestarikan keaslian bangunan dan tata kota yang mulai didirikan sejak tahun 970. Dengan menjaga keasrian arsitektur kuno dengan warna dominan genteng berwarna merah kecokelatan menjadi ciri khas setiap bangunan yang dilindungi benteng kota tua itu. Konon katanya, untuk mempertahankan ciri khas abad pertengahan, warga tidak diperkenankan merenovasi atau membangun gedung baru sembarangan. Warna, bentuk, dan desain eksterior bangunan perlu mendapat persetujuan dari dewan kota. Meski demikian, di luar wilayah yang dikelilingi benteng, rumah-rumah modern bersanding dengan pusat perbelanjaan, restoran, sekolah, rumah sakit, dan penginapan masa kini yang gayanya bisa disesuaikan preferensi pribadi.



Rothenburg Oldtown, Germany


Sebelum kami meninggalkan kota yang cantik ini, kami sempat menikmati makan siang bersama di restoran Chinese yang berada di tengah kota Rothenburg. I was lucky to get a chance to visit the Christmas Market on the Christmas month of December. 

Dinamika pariwisata kota Rothenburg mengundang warganya untuk berprofesi sebagai pengelola penginapan, rumah makan, perkebunan anggur, atau pemandu wisata. Namun, banyak juga yang mencari rejeki sebagai pekerja pabrik, khususnya produsen meja dapur dan oven. Tinggal di kota kecil bak negeri dongeng tentu membuat siapapun betah, apapun pekerjaan yang dijalani.















Selasa, 25 Oktober 2016

Pesona Pulocinta, Gorontalo




Petualangan kali ini kami bersantai di Pulocinta yang terletak di Teluk Tomini, Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara - Indonesia, satu pulau kecil berbentuk hati yang juga dilambangkan sebagai tanda cinta, itu mengapa pulau ini disebut Pulo (pulau) Cinta, dan kini berdiri resort dengan bentuk yang serupa: hati.






Setibanya di Bandara Jalaludin- Gorontalo, kami di jemput untuk menuju ke Tilamuta, Boalemo. Dalam perjalanan kita akan melewati Jembatan Soeharto yang merupakan Lambang Kabupaten Boalemo, sambil menunggu kapal yang menjemput kami sempat bermain dan berfoto disekitar pantai dan akhirnya kami menyeberang ke PuloCinta dengan menggunakan kapal motor kayu, tiba di Pulocinta sekitar jam 3 siang, cerah dan teriknya matahari kami disambut dengan senyuman ramah dari staff resort... panas terik membuat saya haus dan membayangkan minuman segar penghapus dahaga setibanya di resort tapi ternyata saya cukup membayanginnya saja, tidak ada! huahehe... Setelah kami memasuki kamar masing-masing, sore hari kami bersantai sejenak sambil menunggu sunset di sekitar villa sambil menikmati snack yang kami bawa dari Jakarta....O iya, buat yang suka nyemil kudu bawa snack sendiri yaa, karna saat itu tidak tersedia cemilan padahal saya sudah membayangkan makan pisang goreng atau ubi rebus sambil menikmati deburan ombak pasti sangat asyik huehehe... (again).







Pemandangan membuat mata fresh setelah perjalanan cukup panjang dari Jakarta menggunakan pesawat dan dilanjutkan melintasi perjalanan dengan mobil sekitar 2 jam dan mengaruni lautan dengan perahu kayu kurang lebih 15 menit (lebih lama saat menanti perahunya sih, hampir 30 menit!) tapi akhirnya bisa menghapus rasa lelah, karena pemandangannya yang indah membuai rasa.

Pulocinta resort yang berdiri di pulo pasir berbentuk hati atau sign for love, berdiri water villa yang berkonsep eco resort yang nyaman menambah suasana keindahan yang romantis.  Kami menginap di watervilla yang paling besar yaitu dengan 3 kamar. Ada 15 cottage yang dibangun dengan konsep mengelilingi pulau tersebut. Bahan bangunan terbuat dari kayu dan tanpa menggunakan pendingin ruangan. Sehingga setiap cottage terkesan alami. Sebagian besar one bedroom villa, plus dua unit two bedrooms villa dan 1 unit 3 bedrooms villa sehingga semua tamu memiliki privacynya masing-masing. Tempatnya yang berada di tengah pantai, serta jembatan yang memanjang terbuat dari kayu, menambah suasana yang berbeda saat kamu bermalam disini.





Pemandangan di Pulocinta benar-benar mempesona, baik saat kita berjalan kaki di deck jembatan yang memanjang, maupun saat berbaring menikmati ketenangan, The view is just spectacular! Dikelilingi lautan dangkal berpasir putih, warna hijau-toska turquoise dan biru berpadu indah membuat pemandangan yang mengundang siapapun untuk datang dan menikmati keindahan Pulocinta. Saat malam hari bertabur bintang, cocok buat mereka yang ingin menikmati secret escape, to embrace the love.


Yoga di saat sunrise, Pulocinta





Menikmati sunset maupun sunrise, merupakan saat yang kami nantikan juga.... kami bangun pagi sekali untuk mengabadikan keindahan pesona Pulocinta disaat sinar mentari pagi hadir. Sangat indah!

Pagi hari setelah sarapan setangkap roti panggang dan secangkir teh manis, kami berkeliling disekitar Pulocinta sebagian teman bermain air dibawah jetty tidak ada island hopping seperti tertera dipaket trip dan untuk snorkeling karena tidak ada guide yang menemani akhirnya teman-teman yang lain hanya menikmati pantai di bawah jetty sambil bermain air dan berfoto, setelah itu saya dan 2 teman lainnya melanjutkan dengan aktivitas diving di dua spot diving disekitar Pulocinta, barracuda spot dan sempat melihat salvador dali sponge yang unik khas Gorontalo, tidak besar tapi lumayan dan saya sempat juga berfoto. Sewaktu interfal time kami balik ke resort, sambil beristirahat sebentar kami berfoto disekitaran resort, rasa lapar setelah diving membuat saya ingin nyemil, untung saja kami sempat membeli pepaya dan pisang saat diperjalanan menuju Pulocinta.







Pemandangan cantik sudah terbentang didepan setiap kamar. Rasanya tak habis-habis mengabadikan kecatikan Pulocinta, pagi dan malam terlihat keindahan yang menakjubkan. Begitu juga pemandangan disaat siang hari begitu menawan setiap detail pulau terlukiskan dengan indah, juga keindahannya dimana coral dan air dibawahnya terlihat sangat menawan. 




Setelah makan siang sampai tiba waktunya kami diantar ke airport untuk kembali ke Jakarta. Selesai sudah perjalanan kami di Gorontalo, semoga kita bisa berjumpa kembali pada kesempatan yang akan datang. Ada begitu banyak cara menikmati keindahan alam di Pulocinta, mulai dari menikmati suara laut dari teras, sunbathing di deck, snorkeling or float around the resort, and of course, spending time here with those you love. Pulo Cinta will make you fall in love, instantly!





 

GETTING THERE

From Jakarta to Gorontalo (Terdapat banyak penerbangan menuju Gorontalo dengan short transit time di Makassar, harga tiket Jakarta - Gorontalo saat normal season sekitar Rp. 1,6 juta - Rp. 2,5 juta PP), untuk harga tiket dari kota lain dapat dicek di website berbagai maskapai yang ada.

From Gorontalo: 2 jam naik mobil dari Bandara Jalaluddin di Gorontalo, dilanjutkan dengan naik boat (15 menit) dari Pantai Bolihutuo menuju Pulo Cinta.




RATES
  • One Bedroom Villa (for 2 person) Rp. 3,5 juta / night (weekdays), Rp. 4,5 juta / night (weekend), Rp. 5 juta (holiday season)
  • Two Bedroom Villa (for 4 person) Rp. 7 juta/ night (weekdays), Rp. 9 juta / night (weekend), Rp. 10 juta / night (holiday season).
  • Three Bedroom Villa (for 6 person), Rp. 10,5 juta / night (weekdays), Rp. 13,5 juta / night (weekend), Rp. 15 juta / night (holiday season).
  • PS: Rate sudah termasuk jemputan dari dan menuju Bandara Jalaluddin di Gorontalo, boat transfer menuju Pulocinta dan 3 meals per day + a cup of coffee/tea, snorkeling gears (limited).




FACILITIES
  • Wifi (koneksi wifi cepat, namun jika cuaca kurang baik sinyal akan down sementara)
  • Tidak ada AC di cottage, namun ventilasi sudah sangat baik sehingga suhu tetap nyaman meskipun saat panas di siang hari 
  • Tidak ada water heater di kamar mandi, namun suhu air rata-rata normal - hangat 
  • Bring your own sunblock, but don't use too much, you can "hurt" the ocean
  • For other meals di luar breakfast, lunch and dinner, kita dapat memesan ke restoran or bring from yourself.
Tips
  • Kenakan baju yang nyaman, jangan lupa membawa sun block untuk melindungi kulit dari sengatan matahari dan jika memiliki alat snorkeling lebih bagus dibawa karena keterbatasan jumlah yang tersedia.
  • Untuk kenyamanan petualangan di Pulocinta disarankan tidak di musim hujan, karena resort terletak ditengah laut dan jauh dari Pulau utama.
  • Bawalah snack/cemilan/buah karena tidak ada warung disana.
  • Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan keindahan pesona Pulocinta.

BOOKING VIA Telp: +62 85888211121 (Pascal)
email: heaven@pulocinta.com







Minggu, 23 Oktober 2016

Tenryu-ji Temple in Autumn





Tenryu-ji Temple yang berada di sebelah barat kota Kyoto yang berada di Arashiyama district. Dari Kyoto Station, Arashiyama dapat dicapai dengan menggunakan bus ataupun kereta api. Kami sudah memiliki JR Pass jadi dari Kyoto Station kami naik kereta JR Sanin Main Line arah Kameoka (platform 33) dan turun di Saga Arashiyama Station. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 45 menit dimulai saat keluar dari hostel. Enaknya jalan di musim gugur, walaupun cuaca cerah hawa masih terasa dingin jadi walaupun berjalan jauh tidak terasa capeknya. Apalagi di sepanjang jalan banyak toko-toko penjual makanan dan souvenir yang kemasan atau displaynya menarik hati. Saya sempat membeli buah kesemek yang dijual dipinggir jalan, seger dan murah. Petualangan dimulai, saya memilih untuk jalan kaki karena ingin melihat setiap lekuk keindahan Arashiyama lebih dekat.




Tenryu-ji Temple adalah salah satu kuil Zen yang menduduki peringkat 5 besar kuil Zen di Arashiyama - Kyoto. Taman yang terdapat di halaman kuil ini merupakan peninggalan tradisi aristokrat Jepang dengan kebudayaan Zen, taman ini mampu menampilkan keindahan 4 musim setiap tahunnya yaitu musim semi, musim panas, musim gugur dan di musim dingin di Jepang. Dan saya saat itu menikmati taman disaat musim gugur. Untuk tiket masuk dikenakan 500 Yen.

Menurut saya, tatanan di kuil ini dari halaman, taman, dan kayu-kayu penyusun kuil memberikan efek yang menenangkan dan juga menyegarkan mata. Betah berlama-lama berada di kuil ini, bila melupakan faktor berdesakan dengan banyaknya pengunjung yang lain.




Pemandangan Tenryu-ji Temple terdiri dari dua bukit Kame-yama dan Arashi-yama yang keduanya terletak di luar taman, merupakan bagian dari komposisi. Dengan pemandangan sekitarnya dalam desain taman dikenal sebagai shakkei. Batu di sebuah bukit di belakang kolam melambangkan sungai gunung yang mengalir hingga ke dalam kolam. Ada juga batu yang melambangkan ikan mas yang berasal dari dongeng tradisional Cina di mana ikan mas berenang sampai air terjun untuk mengalahkan Naga. Taman yang berada di halaman temple itu dirancang oleh seorang guru dan juga tukang kebun yaitu Muso Soseki, taman ini  dianggap salah satu yang paling indah dari semua taman Jepan.  Dari Tenryu-ji Temple kami berjalan lagi menuju ke Bamboo Grooves! Semuanya dalam satu kawasan, jadi tidak susah mencari kawasan yang rimbun bambu, just follow the flow pasti ketemu.




Begitu banyak spot menarik yang bisa diabadikan saat melancong ke Arasiyama di Kyoto. Rasanya tak bisa lepas dari kamera! Menghabiskan waktu di Tenryu-ji Temple memang tepat. Jangan lupa membawa minuman dan cemilan sambil menikmati kedamaian taman Zen... tapi jangan lupa sampahnya dibuang pada tempat sampah atau disimpan ditas/ransel jika tidak ada disekitar yaa...  Happy traveling!