Laman

LIVE IS AN ADVENTURE

LIVE IS AN ADVENTURE

I think by traveling you can better appreciate yourself and the different cultures of the world... Enjoy life all around the world. To share with many people with different way of living. To love. To dance with the birds and sing with the wind....

Travelling brings color to my life. I'm travelling for the joy...
"...there is a difference between knowing the path and walking the path" - Morpheus

I am not good at writing but I want to share the adventure in my journey, but I have a lot of photo trips. Let the pictures are going to tell you about this trip ;)

Not only for the destinations, but it's about the journeys...
when you are traveling the time should be yours.

Some in my blog is using Indonesian, If you do not understand Indonesian you can use "Google Translate" at the top left of this blog. I hope this blog can be useful ...

DILARANG MENGAMBIL/COPY PHOTO-PHOTO DALAM BLOG INI TANPA IJIN!

GOOGLE Translate

Selasa, 24 April 2018

Petualangan di kota Prague



Selanjutnya perjalanan kami menuju ke negeri dongeng, Praha atau Prague – dengan julukan “kota 1000 menara”. Dari kota Berlin - Jerman, kami melanjutkan perjalanan ke Prague, Republik Ceko. Sekitar pukul sembilan pagi kami berangkat dari Berlin masih diantar oleh uncle Gerard dengan mobil pribadinya. Matahari agak malu-malu, sinarnya tak mampu menghangatkan tubuh dan akhirnya uncle Gerard menghidupkan penghangat dalam mobilnya. Mobil kami lalu melaju ke arah perbatasan yang dihubungkan jalan tol.

Sebelum memasuki wilayah Republik Ceko, kami harus membayar 11,20 euro untuk melalui jalan tol. Lewat jalan tol ini, perjalanan dari Berlin ke Prague ditempuh sekitar 3 jam lebih, meski dengan jarak hampir 200 kilometer karena kami sering berhenti jika melihat apapun yang indah! Pemandangan alam pegunungan Alpen yang indah tersaji selama perjalanan. Tetapi tidak semua bisa dinikmati hari itu karena cuaca dingin dan berkabut. Setiap berada di ketinggian di atas 500 meter di atas permukaan laut, hanya kabut yang terlihat. Seolah-olah mobil kami berjalan di atas awan.





Kalo dilihat dari map kota ini terletak di Eropa bagian tengah. Kota berada di wilayah tengah Bohmia dan Sungai Vlatava. Prague adalah ibukota dari Republik Ceko atau Czech Republic dalam Bahasa Inggris ini memiliki nama resmi Prague sejak tahun 1920. Sebelum tahun 1784 disebut sebagai Královské Hlavní Město Praha atau disebut pula sebagai Ibukota Kerajaan Praha. Dalam bahasa lain dikenal sebagai Praga (bahasa Latin, dan sebagian besar bahasa Romawi dan Slavic), Prag (Jerman), atau Prague (Bahasa Inggris dan Perancis). Nama Praha secara tradisional diturunkan dari kata batas (práh dalam bahasa Ceko).

Kota Prague menyimpan sejuta sejarah dan seni, mulai dari pengaruh kekuasaan Bohemian yang saat itu menjadi pusat kota suci kekaisaran Romawi sampai menjadi tempat berkumpulnya etnis Yahudi dan meninggalkan beberapa peninggalan berupa situs penting di jantung kota Prague. Kini Prague telah menjelma menjadi salah satu kota liburan paling populer di Eropa karena menawarkan perpaduan wisata seni, musik, tari, film, dan teater.

Sekitar pukul 01 siang waktu Republik Ceko, kami tiba di Prague. Karena sudah lapar, setelah parkir mobil, kami langsung mencari tempat makan. Kami menemukan restoran yang menyajikan makanan Turki di area pom bensin.

Petualangan kami kali ini menjelang natal di kota Prague, awal Desember 2016. Praha di hari-hari biasa (bukan weekend) tetap ramai, dekorasi Natal sudah terlihat dimana-mana, ada kuda-kuda ditengah kota, dan bangunan-bangunan tua klasik khas Eropa yang indah. Setelah puas memutari kota Prague dengan mobil, kami lanjut menuju hostel yang sudah kami booking dari Jakarta. Setelah nyasar-nyasar sedikit, akhirnya kami sampai di hostel yang ternyata hanya berjarak beberapa meter dari Old Town Square dan kami langsung check in.








Karena kami hanya punya waktu singkat berikut rute perjalanan kami hari ini:

Wenceslas Square
Astronomical clock
Old Town Square
Charles Square (River Vltava to Charles Bridge)
Rudolfinum (across the river to Prague Castle)
Royal Palace and Golden Lane
Old Town-across the River Vltava pass Jewish Quarter
St. Nicholas Church



Tour Map kota Prague



Berikut pengalaman liburan kami menjelang Natal di kota Prague, Desember 2016 yang lalu:

1. Wenceslas Square

Keesokan harinya, alarm sengaja kami setel tepat pada pukul enam-tigapuluh pagi. Setelah sarapan pagi di hostel kami pun segera bersiap untuk menjelajahi kota. Kami melanjutkan rencana tour jalan kaki yang telah kami masukkan dalam itinerary, rute one day tour explore Prague dari free tour yang rutenya sudah saya contek dari google. Di mulai dari Wenceslas Square yang terletak di kawasan New Town adalah salah satu alun-alun kota utama dan pusat komunitas bisnis dan budaya di jantung kota Prague

Lima menit berjalan kaki dari hostel, sampailah kami di depan sebuah taman dengan dihiasi dua jalan besar disisinya, terlihat dikejauhan ujung kanan berdiri bangunan megah dengan gaya arsitektur neo-renaissance Bangunan National Museum, yang tidak lain adalah museum terbesar dan tertua di Ceko dan di depannya berdiri gagah  patung Josef Václav Myslbek yang sedang menunggang kuda.

Suasananya masih sepi dan udara masih terasa dingin kami mampir sebentar ke cafe Starbucks sambil minum kopi mempelajari peta sebelum memulai perjalanan menyelusuri old town



Dari kisah sejarahnya: Alun-alun ini sudah ada sejak berdirinya New Town yang dibangun oleh Charles IV pada 1348. Banyak peristiwa penting bersejarah yang telah terjadi di sini. Misalnya Velvet Revolution, invasi Uni Soviet, pendudukan oleh Nazi, pemberontakan kota Prague, hingga kemerdekaan Cekoslovakia.

Saat ini, alun-alun menjadi tempat diadakannya peristiwa festival budaya atau karnaval di sana, dan juga sering menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang melakukan demonstrasi, bahkan perayaan agama, dan pertemuan umum lainnya. Wenceslas Square adalah jalan lebar yang sejak dulu menjadi salah satu lokasi favorit berkumpul para turis lokal serta mancanegara.

Jalanan di kedua sisi Wenceslas Square diapit oleh deretan hotel, pusat perbelanjaan Koruna Palace, bank, toko suvenir, bioskop. Seperti Champs Elysees di Paris - Prancis, Area ini menjadi pusat perbelanjaan dan distrik komersial utama dan sebagai tempat kuliner favorit, juga menjadi pusat hiburan dan kehidupan malam di Prague. Intinya tempat yang menjadi pusat perbisnisan. Enggak heran kalau tempat ini selalu ramai. Jangan lewatkan juga ada bangunan cantik bergaya art nouveau, yaitu Hotel Evropa. Selepas menyusuri Wenceslas Square kami berjalan menuju old twon square.





2. Old Town Square

Bagian lain yang juga luar biasa dari Praha adalah Old Town Square. Tempat ini, sebagaimana alun-alun di banyak negara lain di Eropa, berwujud lapangan luas dengan bangunan-bangunan penting di sekitarnya. Ada Old Town Hall yang merupakan serangkaian bangunan tua yang dulu dipakai sebagai kantor pemerintahan, ada gereja tua (bukan lagu Panbers) yaitu Kostel Matky Boží před Týnem yang dalam bahasa Inggris-nya Church of Our Lady before Týn, atau Church of Mother of God before Týn.


Prague Christmas markets at Old Town Square


Bangunan-bangunan kuno di oldtown square ini sangat indah dan megah. Sehingga tidak salah kalau Old town Praha merupakan salah satu lokasi wisata sejarah yang terindah di Eropa. Dan yang gak boleh ketinggalan adalah kereta kudanya yang super fancy itu.

Trdelnik
O iya, pada musim dingin dan menjelang Christmas, Old Town Square disulap menjadi salah satu tempat X'mas market di pusat kota Prague, hingga malam hari bisa cuci mata melihat hasil karya seni penduduk lokal untuk menyambut natal dan berbagai penjual suvenir, juga banyak dijual jajanan lokal yang kudu dicoba loh!

Satu hal yang saya temui saat mengunjungi berbagai toko suvenir ini adalah kemiripannya dengan suvenir Rusia – seperti kalung kristal atau produk kristal lainnya. Mungkin hal ini dikarenakan pada masa perang dingin antara Rusia dan Amerika, negara Czechslovakia (yang akhirnya pecah menjadi dua negara yang berbeda, Czech Republic dan Slovakia) sempat menjadi negara salah satu negara satelit Rusia bersama dengan negara Eropa Timur lainnya.


Old Town Hall Square

Prague Christmas markets at Old Town Square, open every year from 01st December to 06th January



Salah satu makanan khas Prague yang kudu dicoba adalah Trdelnik, mirip-mirip French Pastries beraroma kayu manis. Trdelnik berasal dari kata trdlo yang artinya pasak kayu. Karena adonannya digulung dan dililitkan pada pasak kayu panjang dan dipanggang di atas bara api sehingga roti yang terbentuk akan berongga di tengahnya. Bentuknya mirip croissant tapi berlubang di tengah dan teksturnya tipis tapi lebih padat, bisa diisi dengan coklat atau isi lainnya seperti roti, makan selagi hangat... rasanya enak! Sebetulnya Trdelnik adalah kue tradisional Hongaria. Tapi Trdelnik juga dikenal secara turun temurun dalam kuliner Slovakia, Republik Ceko dan Austria.

Jangan lupa dibilas dengan minuman Svařák  adalah hot wine sejenis Glühwein dari Jerman, walaupun bukan minuman tradisional Ceko, tapi sangat populer dan banyak dijual di food stall sekitar Old Town Square Christmas Mart. Setelah puas menikmati suasana Christmas Market, kami pun lanjut mengunjungi Astronomical Clock.




3. Astronomical Clock

Jam Astronomi yang terletak di Old Town Square, tergantung di dinding Town Hall.  Hari mulai hangat, kami tiba di alun-alun old town yang sudah ramai pengunjung, kami pun tak melewatkan kesempatan untuk naik ke bagian atas menara - tentu saja dengan menggunakan lift - untuk melihat cantiknya suasana kota Prague dari atas ketinggian. Setelah puas motret, kami segera turun karena kami lihat di halaman Town Hall sudah ramai berkumpul wisatawan tepat di depan Old Town Hall   untuk menikmati dan mengabadikan penampilan mekanik yang menarik lonceng jam Astronomical yang sebentar lagi berkumandangdimana dulu pada abad pertengahan dianggap sebagai salah satu keajaiban dunia.

Kami tidak mau kehilangan momen saat Astronomical Clock yang melegenda ini berbunyi karena jam ini adalah salah satu jam astronomi tertua di dunia. Pada saat jarum panjang menunjuk pada angka 12, saat itu kita bisa menyaksikan sebuah prosesi kedua belas rasul dan malaikat kematian membunyikan lonceng jam di bagian bawah menara. Menurut sejarahnya tertulis: Astronomical Clock dibuat pada tahun 1410 oleh seorang pembuat jam lokal, profesor astronomi dan dipamerkan sejak abad ke-15 di alun-alun old town kota Prague. Jam ini memiliki nilai historis yang kental dan tampilan yang unik, menjadikannya sebagai salah satu objek wisata yang selalu didatangi oleh para turis lokal maupun turis asing yang mengunjungi Prague.





Astronomical Clock terdiri dari tiga komponen berbeda, yang pertama adalah muka jam yang merepresentasikan posisi matahari dan bulan di langit. Yang kedua disebut “The Walk of the Apostles”, sebuah mesin jam yang pada setiap satu jam-nya menunjukkan sosok para Apostle (rasul dalam tradisi Kristiani) dan patung berbagai karakter. Yang ketiga adalah piringan kalender dengan medallion menggambarkan bulan-bulan. Menurut legenda lokal, kota Prague akan mengalami penderitaan apabila jam ini diabaikan dan sosok hantu yang dipasang pada jam menganggukkan kepalanya sebagai simbol konfirmasi datangnya bencana.

Napas masih terengah-engah, kami menyusup dikerumunan pengunjung lainnya sambil mencari spot strategis untuk memotret! tapi sulit sekali karena sangat padat...hehehe. (jangan lupa perhatikan barang-barang anda yaa... "jangan sampai berpindah tangan": itu kata pengamen di bus Jakarta hahaha) Saat berbunyi, kedua celah kecil pada muka jam akan terbuka, memperlihatkan patung-patung laki-laki dan perempuan bergerak berputar seperti sedang menari dan juga terlihat patung tengkorak yang membunyikan lonceng di samping badan jam. “Pertunjukkan” kecil ini diakhiri dengan bunyi kokok ayam emas dan lonceng besar di atas menara jam yang berdentang dengan nyaring. Untung saja saya membawa tele-lens, sehingga kamera bisa menggapai jarak jauh dengan jelas. Pertunjukkan yang menarik dan jangan sampai terlewatkan saat mengunjungi kota ini karena menjadi salah satu objek wisata yang wajib di kunjungi.

Tidak heran jika Astronomical Clock menjadi landmark kota Prague. Pertama, karena masih beroperasi. Kedua, karena cerita yang mengiringinya. Dengan adanya makna di tiap komponen utamanya, juga legenda lokal yang terus diwariskan secara lintas generasi, Astronomical Clock menjadi menarik bukan hanya karena tua usianya, tapi juga karena memiliki makna atau cerita yang bisa dibagi dan yang paling penting menara jam ini masih berfungsi sampai sekarang.

Kategori :  Wisata Sejarah
Lokasi :  Old Town Prague
Jam Buka :  24 Jam
Harga Tiket :  Gratis
Akses :
  
 Stasiun Metro: Staromestska (line A)
Tram:  Staromestska (tram nomor 2, 17, 18)




4. Powder Gate Tower

Apa yang tersirat dalam pikiranmu saat mendengar kata “powder” ? kalo saya sih langsung kepikiran bedak gitu..cyint, compact powder! Bangunan usang tapi cantik ini, Powder Gate Tower yang terletak di Prague 1, Na Prikopec, tepat di samping Municipal House. Menara bergaya Gothic ini dibangun pada tahun 1475, dan pada abad pertengahan yang lalu merupakan tempat penyimpanan bubuk senjata, serta sebagai pintu masuk kota Prague.

Kalau kamu bingung harus mulai dari mana menjelajah kota Prague, maka kami sarankan bisa dimulai dari Powder Tower, yang letaknya bersebelahan dengan gedung Prague’s Municipal House (Obecní dům). Prague’s Municipal House ini berarsitektur art nouveau yang merupakan tempat pertunjukan seni, konser atau opera.

Powder Tower bisa dijangkau dengan naik metro, turun di  Náměstí Republiky station, lanjut dengan jalan kaki (tidak terlalu jauh). Bagi Anda yang memiliki stamina tinggi, jangan lupa untuk menaiki 186 anak tangga, dan menikmati pemandangan kota Prague dari ketinggian 65 meter kita bisa mendapatkan view seluruh kota tua Prague bagaikan di negeri dongeng ala Cinderella. Usai makan siang, kami menuju Charles Bridge dengan tiga menara di masing-masing ujungnya.




5.  Charles Bridge

Kunjungan selanjutnya adalah Charles Bridge, sebuah jembatan yang selalu membuat rasa penasaran tumbuh sejak saya melihatnya dalam sebuah sesi Amazing Race season 2. Ketika kami sampai, Charles Bridge sangat penuh dengan kerumunan para wisatawan. Dan ternyata, jembatan ini memang secantik yang terlihat di televisi. Charles Bridge adalah jembatan satu-satunya yang menghubungkan dua kota, yaitu old town dan Leser Town.

Jembatan ini sebelumnya bernama Stone Bridge atau Prague Bridge, yang dihiasi oleh 30 patung orang-orang kudus dirancang oleh Petr Parler di tepiannya, yang paling terkenal adalah patung St John of Nepomuk. Menurut sejarahnya, jembatan sudah berumur tiga abad dibangun di atas sungai Vltava sekitar tahun 1348 merupakan zaman keemasan dari sejarah kota Prague dan Eropa Tengah, tepatnya ketika Raja Charles IV bertakhta. Di ujung jembatan berdiri gagah Old Town Bridge Tower. Renovasi pertamanya pada tahun 1965-1978. Setelah itu, jembatan direnovasi secara teratur.  Saat ini jembatan yang memiliki panjang 515 meter dan lebar 9,5 meter tersebut hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki.


Old Town Bridge Tower


Charles Bridge, selalu di padetin oleh wisatawan karena jembatan ini adalah rute utama yang dilalui para pejalan kaki yang menghubungkan Old town dan Lesser town, atau tepatnya rute para wisatawan yang ingin mengunjungi Prague Castle.  Pemandangan dari jembatan sangat menawan. Saya juga menikmati seniman-seniman yang melukis atau membuat sketsa wajah para turis. Juga pemusik jalanan yang menghibur.

Kalau mau sepi datanglah ke jembatan ini agak pagian, ketika orang-orang masih malas beranjak dari kursi sarapan mereka. Atau kalau ingin suasana romantis datanglah kesini dimalam hari, Charles Bridge akan menyajikan pemandangan dongeng dengan dihiasi kemegahan kastil Praha, ternyata memang indah sekali jembatan ini, bener seperti yang diceritakan di novel-novel. Kota Praha dibelah oleh sebuah sungai dan ada beberapa jembatan besar yang menghubungkannya, termasuk Charles Bridge

Setelah menyebrangi Charles Bridge kami sempat berkeliling sekitar Lesser town tapi angin di awal musim dingin disaat petang sangat mengganggu hingga menusuk tulang membuat kami ingin buru-buru menyelesaikan perjalanan hari ini. Puas menghabiskan waktu dengan berfoto-foto, kami kembali ke kota tua untuk menikmati old town dan Charles Bridge di malam hari dan window shopping di Wenceslas Square.

Old Town Square tidak luput dari Tourist Trap! Jadi tetaplah berhati-hati dan jangan mudah percaya dengan orang yang berbaik hati menawarkan bantuan (bantuan ingin fotoin kamu atau terang-terangan minta uang untuk anaknya yang belum makan) karena bisa jadi kamu sedang dalam incaran sang Tourist Trap ini.

Perjalanan hari ini pun ditutup dengan makan malam di Český Czech Restaurant di salah satu local Czech eats bergaya gothic dengan lukisan-lukisan fresco didinding dan di atas langit-langitnya, letaknya di area Wenceslas Square, tentu saja dengan menu khas Prague.

Sepanjang perjalanan pulang pun kami tetap memaksimalkan waktu untuk mengunjungi objek wisata lainnya. Malampun menjelang, setelah lelah berjalan kaki pada malam terakhir ini kami memutuskan untuk menutup petualangan kami malam ini di Kota Prague dengan menikmati secangkir Svařák di Christmas Market sambil memandang patung Head of Franz Kafka yang keren terbuat dari alumunium, bergerak secara kinetik setiap saat mengikuti hembusan angin. Berlokasi di halaman Department Store Quadrio dekat lokasi penginapan kami. Dengan bantuan peta yang kami dapatkan dari penginapan, kamipun menyusuri piggir sungai vlata menuju jalan pulang ke arah penginapan.

Bagi yang ingin menikmati kota Prague dari sisi lain, bisa mencoba berpesiar mengarungi sungai Vltava yang merupakan sungai terpanjang di Republik Ceko. Dengan berpesiar menggunakan kapal ataupun gondola, kita bisa menyaksikan pemandangan unik yang ada di kota Praha. Karena kami mengunjungi Prague sudah mulai musim dingin, tentunya siang relatif pendek. Jadilah kami tidak sempat mencoba boat cruise-nya karena jam operasional selesai menjelang senja.



Ada yang unik di Lucerne Palace, tergantung Patung Santo Wenceslas naik kuda yang sudah mati dan terbalik dibuat oleh Pematung David Cerny sebagai parodi dari patung Santo Wenceslas asli yang berada di Wenceslas Square. Bukan kesalahan saat pembuatan, tapi memang patung didesain seperti itu, lucu yaa?! :-))

Prague terdiri dari 6 daerah, yang sebelumnya berstatus independen: Old Town, Yahudi Town, New Town, Lesser Town, Hradcany dan Vysehrad, itu berarti masih banyak destinasi yang belum sempat kami kunjungi antara lain: Rudolfinum/Prague Castle, Royal Palace dan Golden Lane dll. Angin yang berhembus di sore hari menusuk tulang membuat kami tidak kuat untuk berpetualang lagi dan menyerah. hah! ....itu berarti ada alasan untuk kembali lagi ke Prague. :-))

Oh iya, se-pengamatan saya, cowok-cowok Ceko itu berpostur tubuh tinggi dan murah senyum, kebalikan dari cowok-cowok Berlin, (maaf) ekspresi mukanya datar (lebih kearah manyun). Saya jadi betah ngeliatinnya, meskipun kata uncle Gerard, orang Prague ngga seramah yang saya kira.

Saat kami mau keluar dari kota Praha, kami melihat gedung unik yang meliuk-liuk ternyata namanya: The Dancing House (Ceko: Tančící dům) lokasinya di sisi sungai Vltava, tidak jauh dari Charles Bridge, buru-buru minta uncle berhenti sejenak untuk mengabadikannya. The Dancing House atau Fred and Ginger (diambil dari nama sepasang penari terkenal Fred Astaire dan Ginger Rogers) sebenarnya adalah gedung perkantoran unik berbentuk sepasang penari yang dirancang oleh arsitek Kroasia-Ceko Vlado Milunić bekerjasama dengan arsitek Kanada-Amerika Frank Gehry. Bangunan ini dirancang pada tahun 1992 dan selesai dibangun pada tahun 1996.

Traveling tanpa agen tour, membuat saya lebih fleksibel mengatur waktu jalan-jalan, kapan saya lapar, kapan saya pengen ngopi, kapan saya pengen duduk-duduk sambil dengerin iPod, berapa uang yang akan saya habiskan untuk sebuah dinner, atau mau menginap dimana, dll.




Seperti kota-kota lain di Eropa, ada berbagai jenis penginapan di Prague mulai Hotel, Hostel, atau Apartemen Sewaan. Semua tergantung preferensi dan kemampuan kantong. Sebagai petualang berbudget pas-pasan, tentunya saya lebih memilih hostel yang berlokasi dekat Charles Bridge dan Old Town namanya Hostel Downtown, kami mengambil 3 bed privat room dengan kamar mandi di dalam. Selain hargannya sesuai budget kami, lokasi yang strategis dan kamar yang nyaman, hostel ini punya banyak kegiatan seru yang bisa diikuti, ada free walking tour, cooking class, wine tour, ghost tour dan lain-lain. Sayangnya karena keterbatasan waktu kami tidak bisa mengikuti kegiatan yang ditawarkan.

Hal lain yang menyenangkan dari Prague adalah tempat-tempat menarik khas turis di kota Prague letaknya tidak berjauhan, semuanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Untuk transportasi, kota Praha memiliki angkutan Metro yang setiap 10-15 menit berangkat ke pusat kota. Kalau mau cari informasi tentang tiket yang berlaku untuk semua jenis angkutan umum, cari saja ke loket Tourist Information.




Kemudian esok harinya kami melanjutkan perjalanan menuju Budapest - Hungary, tapi sebelumnya kami sempat makan siang di kota Bratislava sebelum berpisah dengan uncle Gerard.

Beberapa tips buat yang berminat ke Praha :
*  Pakai alas kaki yang nyaman, karena bakalan banyak jalan kaki.
*  Siapkan mata uang Ceko beserta recehannya, jangan nuker duit sembarangan chargenya 30%, sebelum pulang habiskan
    recehan, karena money changer tidak menerima penukaran uang dalam bentuk receh.
*  Siap berbahasa tubuh, peta, atau tulisan, karena mostly local people nggak bisa bahasa Inggris.
*  Bawa perbekalan air minum yang cukup selama menyusuri kastil, karena disana nggak ada yang jual minuman kaya di tempat-
    tempat wisata di Indonesia, and mind the steps, anak tangga nya banyak banget bok!
*  Hati-hati sama barang bawaan, copet dimana-mana, termasuk tidak lupa mengunci pintu/locker di penginapan.
*  Pilihlah penginapan ditengah kota, mahal sedikit nggak masalah, karena kalau pegal-pegal bisa istirahat dulu ke penginapan.
*  Gabung dengan rombongan free tour guide.
*  Tentukan destinasi tujuan yang ingin dikunjungi.
*  Kalau bisa ajak pasangan, pacar, suami atau gebetan soalnya pemandangan Praha di malam hari itu romantis banget.
Print-out peta kota Praha atau petunjuk jalan menuju penginapan, untuk pedoman dari stasiun. Setelah itu biasanya
    penginapan akan memberikan peta berwarna dan gratis.
*  Jangan membeli oleh-oleh di toko souvenir di pagi hari, ternyata beli souvenir di emperan dan di malam hari, harganya lebih
    murah.












Sabtu, 24 Februari 2018

Plitviče Lakes National Park, Croatia



Akhirnya my dream come true, menikmati pesona keindahan Taman Nasional Plitviče Lakes yang berada di Croatia disaat musim gugur tahun 2017.

Taman Nasional Plitviče Lakes atau dalam bahasa Croatia disebut Nacionalni Park Plitvička Jezera, adalah cagar alam dengan sekumpulan dari 16 danau alami yang bertingkat-tingkat dengan dihiasi banyak air terjun dengan ngarai batu kapur yang luas membuat taman nasional yang indah ini menjadi terkenal seantero dunia. Terletak di tengah-tengah negara Croatia yaitu sekitar 130 km dari ibu kota Zagreb. Keindahan Taman Nasional terletak pada danau yang saling terkoneksi lalu membentuk serangkaian air terjun.

Plitviče Lakes National Park ini memiliki total luas 300 kilometer persegi, sedangkan luas danau-nya jika digabungkan memiliki panjang yang lebih dari 8 kilometer. Karena wilayah Danau Plitvice sangat luas dan pastinya saya tidak bisa mengelilingi seluruh taman dengan berjalan kaki. Jangan cemas tersesat! Ikuti saja petunjuk arah yang tersedia disepanjang jalan dan kalau lelah ada layanan transportasi yang akan membawa pengunjung dari titik A ke titik B baik dengan kapal feri kayu atau dengan kereta api kecil. Semua transportasi di dalam taman sudah termasuk dalam biaya tiket. 






Saya mengambil rute jalan dengan mengeksplorasi hutan purba Corkova Uvala. Ada dua Jalur yang dapat ditempuh , jalur pertama dengan jarak 21 km dan jalur lainnya dengan jarak 9 km, tentu saja saya memilih jalur yang lebih pendek  tetapi jangan lupa juga dilengkapi dengan peta jalur perjalanan yang bisa didapatkan di kantor taman nasional ini. Jalur yang lain yang mengarah ke puncak Medvedak timur distrik danau. Atau pun Jalan mengarah dari Entrance 1 ke Entrance 2 dengan pemandangan danau yang tak terlupakan yaitu situs Veliki Slap, air terjun setinggi 78m.

Makanannya tidak termasuk dalam tiket, namun, ada banyak restoran di titik stasiun, di mana kita bisa mendapatkan camilan atau makanan. Tapi saya cukup membawa bekal yang saya beli diperjalanan: sandwich, layaknya seperti piknik sambil menikmani bekal kita bisa menikmati pemandangan yang indah, danau yang dihiasi daun-daun berwarna-warni dan suara gemericik air dari jatuhnya dari bukit-bukit kecil yang mengelilingi danau. Tapi waspadalah terhadap angsa dan bebek, mereka akan menginginkan sebagian dari makan siangmu! hehehe 😉

Plitviče Lakes National Park sejak tahun 1979 sudah terdaftar pada situs warisan dunia UNESCO karena pemandangannya yang lengkap dan menakjubkan dengan berbagai macam fauna seperti rusa, beruang, serigala, babi hutan dan spesies burung langka.... untung saja saya tidak menemukan seekorpun saat disana hehehe... dan warna air danau yang bening turquoise yang unik.

Di Taman nasional ini juga terdapat perahu dayung yang dapat disewa, tempat penyewaan-nya ada di mana kereta wisata berhenti (ST2) di tepi danau Kozjak dengan biaya sewa 50 Kuna/jam atau sekitar Rp.110.000/jam.







Jalur trekking yang menghubungi danau satu dengan danau yang lainnya dibuat dengan jembatan kayu, dan sebuah kapal feri kayu menghubungkan 12 danau bagian atas dan 4 danau yang lebih rendah. Yang terakhir adalah situs Veliki Slap, air terjun setinggi 78m, ini masuk dari gerbang Pertama.

Transportasi berjalan sesuai jadwal, tetapi sering juga tergantung pada seberapa keramaian pengunjung taman. Saya menunggu dalam antrean selama maksimal 20 menit, jadi jangan khawatir berdiri berjejer selama berabad-abad! By the way, jika Anda ingin mengunjungi taman dengan binatang piaraan seperti anjing, itu tidak masalah, saya melihat banyak orang berjalan di taman dengan anjing mereka.






Taman ini buka setiap hari sepanjang tahun, dengan lama jam buka selama musim panas (biasanya 07:00-20:00). Tiket masuk Taman Nasional ini harganya berbeda loh sesuai pada musimnya seperti saat winter biaya masuk untuk orang dewasa itu 55 Kuna atau sekitar Rp.110.000 yang berlaku pada bulan November, Desember, Januari hingga Maret. Kemudian 110 Kuna atau sekitar Rp.220.000 selama April-Juni dan September dan Oktober. Lalu, 180 Kuna atau sekitar Rp.351.000 pada bulan Juli dan Agustus. Dan saya mengunjungi taman ini di bulan Oktober disaat musim gugur.
   
Cobalah untuk memulai kunjungan taman di pagi hari - Anda akan memotret luar biasa dan akan berjalan di taman tanpa keramaian. Ini adalah suasana yang sama sekali berbeda tanpa turis! Dan juga untuk menghemat waktu dalam antrian - ada dua pintu masuk. Pintu masuk 1 bisa agak ramai saat musim wisata. Pergilah ke Pintu Masuk 2, dan ada sedikit orang di sana. Dari pintu masuk ke-2 saya memulai petualangan menyelusuri Taman Nasional yang mengagumkan ini.


I tried so hard not to get tempted jumping on that crystal clear lakes!



Saya telah berada di sana pada awal Oktober, cuacanya masih bagus dan airnya sangat pirus. Tapi setiap musim berbeda dalam keindahannya. Saya yakin itu terlihat cantik tertutup salju juga! Apapun musimnya, sepatu hiking tidak wajib karena jalannya bagus tapi perlu sepatu yang nyaman dipakai untuk berjalan kaki. Harus di-ingat, karena taman nasional Plitvice terletak di daerah pegunungan, cuaca menjadi sangat dingin di sore hari jadi, jangan lupa untuk membawa baju hangat!

What you really should know when you get there:
*  You are forbidden to swim, wash, dip or even touch the water
*  Plitvice Lake National Park is also home to 16 different lakes which change colour by the second
*  The tallest waterfall named Great Waterfall is over 70 meters highs, near from Gate1.
*  If you are lucky, you might even spot wolves, bears, deer, wildcats, wildboar and other kinds of wildlife!
*  The Plitvice lake also home to more than 120 bird species
*  Super popular! Apparently, they have more than 1,2 million tourists visit the park every year!

Mengenai visa, saya apply Schengen multiple lalu keluar dari Slovenia menuju Croatia, ingat jangan tidur saat perjalanan keluar dari Slovenia ke Croatia landscape-nya sangat indah melintasi barisan pegunungan Alpen, menanjak lalu turun dan menanjak lagi sambil memandang puncak pegunungan Alpen yang diselimuti salju dan sepanjang perjalanan melintasi beberapa desa kecil yang unik dan asri serta jalan-jalan dihiasi barisan pinus dan pohon-pohon marple berdaun warna-warni disaat musim gugur, sangat menyegarkan mata.

Memang benar kata orang: Kroasia mendebarkan hati! ini adalah wilayah favorit saya di Kroasia, keren banget! Croatia has countless spots to visit!



To the most gorgeous breathtaking National Park you could never imagine, 
Plitvice Lakes Of Croatia.

Here is the map of Plitviče Lakes National Park



Senin, 08 Januari 2018

Kastil Burg Hochosterwitz


Burg Hochosterwitz, Austria

Austria adalah negara yang kaya dengan sejarah, tempat-tempat indah, tradisi dan kegiatan yang berbeda dengan masing-masing areanya. Bersama dengan negara tetangga Swiss, Austria juga dikenal sebagai ibukota olahraga musim dingin di Eropa. Namun, Austria sama populernya dengan turis musim panas yang mengunjungi kota dan desa bersejarahnya dan mendaki pemandangan indah pegunungan Alpen.




Hari berikutnya dalam trip autumn 2017 yang lalu, kami berkesempatan mengunjungi Kastil Hochosterwitz. Setelah sarapan pagi kami langsung melanjutkan perjalana menuju Kastil yang berdiri di atas puncak sebuah bukit batu karang Dolomit setinggi 172 meter diatas lembah, di dekat Sankt Georgen am Längsee, sebelah timur kota Sankt Veit an der Glan di Carinthia yang merupakan salah satu istana abad pertengahan terpenting di Austria. Untuk mencapai puncak bukit disediakan gondola dan bisa juga dengan berjalan kaki, tentu saja harga tiket masuk pun berbeda. Mengunjungi kastil ini kami membeli tiket on the spot saja.






Tidak banyak turis yang datang saat itu. Kami memilih pergi keatas dengan menggunakan gondola dan kembali dengan berjalan kaki, karena saya ingin mengambil poto sambil menikmati pemandangan alam pedesaan dan perkebunan penduduk disekitar bukit dan berjalan kaki disaat musim gugur itu sangat menyenangkan, selain pemandangan indah dihiasi daun-daun yang berwarna-warni juga cuaca yang sejuk menambah suasana indah saat menuruni bukit yang tidak terlalu tinggi itu. Ini adalah petualangan yang indah pada hari yang cerah dan sejuk.






Sedikit cemas saat gondola naik keatas, dengan kemiringan yang tajam dengan ada bunyi derit dari gantungannya, untung tidak lama akhirnya sampai di pos pemberhentian. Kemudian kami jalan sedikit menanjak menuju gerbang utama kastil sampai kami menemukan pusat kastil, ada halaman lumayan besar yang dihiasi tiga pohon chestnut yang berdaun kuning dan berserakan hingga kebawahnya, ada juga sebuah restoran biergarten dan bangku-bangku dengan meja diarea halaman kastil, tempat orang beristirahat dan memesan makanan dan juga museum kecil.





Diatas kita menemui seorang penjaga kastil lengkap dengan kostum ala prajurit tempo dulu didepan pintu kapel, ternyata dia yang akan menemani tour kami didalam kapel dan menceritakan sejarah, tapi sayang dia hanya menggunakan bahasa Jerman yang saya tidak mengerti, untung saja ada brosur berbahasa Inggris yang bisa saya baca sejarah kastil ini.



Lukisan diding pada kastil Burg Hochosterwitz, Austria


Dengan lukisan dinding dan langit-langit (yang katanya) dilukis sejak tahun 1570 dan ada gereja disisi barat-daya kastil dengan altar tinggi yang dibangun pada tahun 1729. Hingga saat ini banyak para wisatawan yang datang berkunjung ke tempat Medieval Burg Hochosterwitz. Di dalam kastil dipamerkan sisa-sisa perperangan jaman dahulu, pakaian prajurit perang dari besi, berbagai macam alat erang seperti tombak bermata dua, panahan, dan banyak lagi. Ada satu yang paling mencolok dari pakaian besi prajurit perang: baju besi dengan ukuran jumbo, lebih besar dari yang lain seperti di dalam dongeng cerita saat masih kecil ada raksasa yang menjaga istana yaa.... Tapi sayang, seperti umumnya, museum di Austria saya tidak bisa mengambil poto, jadi saya hanya merekam keindahan kapel dalam ingatan saja, tetapi diluar kapel saya bebas mengambil poto.







Menurut sejarahnya, Burg Hochosterwitz – dibangun oleh Khevenhüllers pada tahun 860 M setelah masa bergejolak kemudian diperluas pada tahun 1570 dalam menghadapi serangan dari Turki, kastil ini tidak pernah diambil alih oleh musuh, karena sulitnya menuju keatas kastil, dengan jalan setapak yang curam, dan sulitnya menerobos 14 gerbang menuju kastil yang banyak jebakan mematikan lawan musuh saat melewatinya dan tidak pernah ditaklukkan hingga saat sekarang akhirnya kastil tersebut tetap dikuasai oleh keluarga Khevenhüller.



salah satu gerbang dengan jebakan untuk membunuh kuda yang melintasi gerbang




Setelah keluar dari kapel, saya sempat mengelilingi kastil yang dikelilingi tembok-tembok ini untuk mengambil poto pemandangan disekitar bukit ini. Pemandangan yang terhamapar sangat menyejukkan mata, saya sangat menyukainya. Jangan lupa menggunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki yaa...