LIVE IS AN ADVENTURE

I think by traveling you can better appreciate yourself and the different cultures of the world... Enjoy life all around the world. To share with many people with different way of living. To love. To dance with the birds and sing with the wind....

Travelling brings color to my life. I'm travelling for the joy...
"...there is a difference between knowing the path and walking the path" - Morpheus

I am not good at writing but I want to share the adventure in my journey, but I have a lot of photo trips. Let the pictures are going to tell you about this trip ;)

Not only for the destinations, but it's about the journeys...
when you are traveling the time should be yours.

Some in my blog is using Indonesian, If you do not understand Indonesian you can use "Google Translate" at the top left of this blog. I hope this blog can be useful ...


DILARANG MENGAMBIL atau COPY PHOTO-PHOTO DALAM BLOG INI TANPA IJIN!

Jumat, 04 Juni 2010

Melihat Menara Miring Pisa di Italy.


The Baptistry, Cathedral, and Leaning Tower of Pisa in Cathedral Square in Pisa



Akhirnya saya bekesempatan mengunjungi Menara Pisa. Saat itu bulan May sudah memasuki musim semi, tetapi kota Pisa sudah terasa panas. Tujuan kami berikutnya adalah Roma tapi dalam perjalanan ke sana kami akan mampir ke Pisa, cuma sekedar mejeng foto di menara miringnya yang terkenal itu. Sebelum jalan-jalan di kota Pisa, kami menitipkan tas di stasiun Pisa Centrale karena kami tidak menginap di Pisa dan hanya akan mengunjungi Field of Miracles (Campo dei Miracoli) tempat menara Pisa berada. Menara Pisa dapat dicapai dengan naik bis LAM Rossa dari seberang stasiun kereta. 

Pisa adalah sebuah kota di Tuscany, Italia tengah, di pinggir Sungai Arno. Ini adalah ibukota Provinsi Pisa. Sementara Menara Miring adalah icon yang paling terkenal dari kota itu merupakan satu dari banyak karya seni dan arsitektur di kota Piazza dei Miracoli atau "Square of Miracles" yang berada di sebelah utara pusat kota tua. Ada 3 bangunan utama yaitu Piazza dei Miracoli juga disebut Duomo (Katedral), gedung Baptis dan Camposanto (monumen pemakaman).

Kami berangkat dari Roma Termini, stasiun kereta di Roma. Kereta yang kami naiki adalah Trenitalia. Setelah melihat papan pengumuman dan mencari jalur dimana letak kereta yang akan kami tumpangi, kami langsung bergegas ke jalurnya. Tapi sebenarnya, apa yang tertulis di papan agak membingungkan, karena tidak ada kereta dengan tujuan Pisa. Akhirnya kami mencari berdasarkan jam keberangkatan kereta kami. Sesampai di jalurnya pun kami masih bingung karena tujuan keretanya bukan Pisa melainkan Genoa

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/titry/kota-kecil-itu-bernama-pisa_55114c9fa33311e542ba7f13
Penduduk kota Pisa selalu bangga akan warisan leluhurnya yaitu bangsa Romawi, sehingga bangunan-bangunannya memiliki ciri khas berbeda dengan daerah Italia lainnya. Ciri bangunan yang mengambil metode Romawi ini disebut Pisan Romanesque. Menara Pisa atau yang dalam bahasa Italianya disebut dengan “Torre Pendente di Pisa” merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO. Menara Pisa merupakan bangunan ketiga dari Campo dei Miracoli yang merupakan menara lonceng kathedral Pisa atau nama Italianya adalah Duomo de'Santa Maria Assunta.
 



Langit yang biru dan bangunan yang putih cemerlang membuat tempat ini seperti berada dalam lukisan realism. Saya segera memotret menara Pisa dan tentu saja bergaya kekinian menyangga menara Pisa seperti turis-turis lainnya. Bagi kita yang sedang dipotret tentu ini sepertinya biasa saja, tapi kalau kita melihat puluhan turis bergaya yang sama pada saat bersamaan tentu saja berasa lucu hahaha...

 



Menurut sejarahnya, dibangun selama hampir 200 tahun. Pembangunannya dimulai pada tanggal 9 Agustus 1173 dan berakhir pada tahun 1350. Kemiringan yang terjadi pada Menara Pisa mulai tampak saat lantai ketiganya dibangun pada tahun 1178. Hal tersebut dikarenakan pondasi dari Menara Pisa runtuh hingga 3 meter. Faktor yang menyebabkan bangunan tersebut amblas karena bahan dasar pembuat menara memiliki bobot cukup berat serta struktur tanah dari lokasi pembangunan yang cenderung lunak.

Menara ini mempunyai ketinggian mencapai 55,86 meter dan memiliki kelebaran dinding di bawahnya mencapai 4,09 meter serta di puncaknya 2,48 meter. Dilengkapi dengan 294 anak tangga, Menara Pisa ini memiliki berat mencapai 14.500 ton.


barisan pedagang souvenir disekitar area Pisa


Lewat sejarah yang ada di dalamnya serta keindahan arsitektur dari menara ini, sektor pariwisata di Italia terus bertambah, karena semakin banyak wisatawan yang datang untuk mengunjungi situs warisan dunia ini. Dan hingga sekarang menara ini menjadi salah satu objek wisata yang menarik di Italia, selain bentuk bangunannya yang miring terdapat sejarah yang luar biasa di dalamnya.





Tak banyak yang bisa saya lakukan di Pisa. Sama seperti kebanyakan turis yang mengunjungi tempat ini, saya hanya datang, berfoto dengan menara Pisa, berkeliling di sekitar Field of Miracles dan selesai. Alhasil, kami hanya menghabiskan waktu sekitar 2 jam di Pisa. Kami pun kemudian beranjak menuju Pisa Centrale lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Roma.




It’s easy to reach the Leaning Tower from the Pisa train station, either by walking or by taking the bus or a taxi. Bus lines 3 and 4 run from Pisa Centrale, the main station, as does Shuttle Bus A – all of these will drop you near the Tower.

Tickets to climb the Leaning Tower of Pisa cost €15, Prices for the Cathedral and Baptistery are markedly lower than the Leaning Tower, which makes them even more enticing. It’s only €2 to get into the Cathedral, and the Bapistery will cost you €5. Or, you can get a combo ticket which includes both the Cathedral and Baptistery for €6.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Musim Semi Rasa Winter di Dolomites

Dari keindahan alam, laut mediterania hingga bangunan-bangunan kuno peninggalan sejarah, Italia memang merupakan salah satu negara te...