LIVE IS AN ADVENTURE

I think by traveling you can better appreciate yourself and the different cultures of the world... Enjoy life all around the world. To share with many people with different way of living. To love. To dance with the birds and sing with the wind....

Travelling brings color to my life. I'm travelling for the joy...
"...there is a difference between knowing the path and walking the path" - Morpheus

I am not good at writing but I want to share the adventure in my journey, but I have a lot of photo trips. Let the pictures are going to tell you about this trip ;)

Not only for the destinations, but it's about the journeys...
when you are traveling the time should be yours.

Some in my blog is using Indonesian, If you do not understand Indonesian you can use "Google Translate" at the top left of this blog. I hope this blog can be useful ...


DILARANG MENGAMBIL atau COPY PHOTO-PHOTO DALAM BLOG INI TANPA IJIN!

Selasa, 08 Desember 2015

Pesona Alam Laut Pulau Tomia, Wakatobi




Kamu yang menggemari olahraga air kayaknya kurang lengkap kalau belum menjajal scuba diving alias menyelam. Apalagi, Indonesia kaya dengan spot-spot menyelam keren yang pantang kamu lewatkan; beberapa bahkan dinobatkan sebagai diving spot terbaik di dunia. Nah, kalau kamu ingin bertualang di bawah air bersama makhluk-makhluk fantastis, ini dia salah satu tempat yang wajib kamu tuju yaitu Wakatobi. Percaya deh, Indonesia itu surga banget buat kamu yang suka diving dan snorkeling, atau sekedar suka melihat pantai!




Wakatobi terkenal sebagai surga bagi para penyelam, apalagi yang menyukai fotografi bawah laut. Kawasan kepulauan yang dinamakan Wakatobi terdiri dari dari empat pulau utama yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Kepulauan Wakatobi adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Wangi-Wangi. Kali ini saya berkesempatan berkunjung ke Wakatobi untuk yang kedua kalinya, petualangan menyelam di pulau Tomia.


Kepulauan Wakatobi, Indonesia


Pada tahun 1996, kawasan ini telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Taman Nasional Wakatobi dengan total area 1,39 juta hektar, terdapat 750 spesies koral dan biota laut dari 850 spesies yang ada di dunia. Dan UNESCO juga telah menetapkan Taman Nasional Kepulauan Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai kawasan cagar biosfer dunia Taman Nasional ini menjadi salah satu konservasi laut Indonesia yang mempunyai keanekaragaman hayati laut dan karang serta menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Tidak heran kalau anda sempat baca slogan ini: "Surga Nyata Bawah Laut Dipusat Segitiga Karang Dunia."


 
 


Nah! Sayaaaaang kan kalo kita yang tinggal di Indonesia tidak menikmati pesona laut kita yang sudah terkenal ke seluruh mancanegara... hmm... tapi selain menikmati kita juga perlu menjaga dan melestarikan kehidupan dibawah laut agar tetap indah, jangan menyentuh apalagi membawa/mengambil.

Untuk menyelami seluruh situs penyelaman tentunya perlu waktu dan dana yang besar. Saya memilih lokasi penyelaman yang juga merupakan salah satu tempat favorit penyelam. Pertengahan di bulan Oktober lalu saya pun menuju pulau Tomia mengikuti diving trip dengan 9 kali paket diving. Rasa senang cemas bahagia bercampur aduk menjadi penasaran hahaha ^_^ Pulau Tomia merupakan salah satu pulau utama di Pulau Tukangbesi yang merupakan nama lama dari Wakatobi. Terletak di bagian selatan Pulau Kaledupa dan di bagian utara dari Pulau Binongko.

Berangkat jam 4 pagi dari bandara Soe-ta - Jakarta, kemudian transit di Makasar dan setibanya di bandara Matahora sekitar jam 10 pagi - Wangi Wangi, saya dan 3 orang tamu dari Austria sudah ditunggu bang Rachmat untuk mengantar kami ke pulau Tomia ....ternyata ada 3 teman lagi dari Jakarta yang bergabung jadi kami ber-tujuh dalam grup explore Tomia ini. O iya untuk penerbangan rute Makasar/Kendari menuju Matahora dengan pesawat Wings yang bermuatan sekitar 50 orang dan penerbangan ke Wakatobi hanya sekali sehari yaitu pada pukul 8.00 pagi, jadi disarankan untuk mengambil penerbangan yang tiba di Makasar/Kendari sebelum jam 7 pagi untuk menghindari ketinggalan pesawat yaaa....dan karena pesawatnya kecil penerbangan bisa dibatalkan bila cuaca tidak bersahabat loh....hmmm... deg deg-an juga awalnya :-))

Penerbangan ke Wakatobi berjalan lancar. Kami tiba di Bandara Matahora sekitar pukul 11.30 waktu setempat. Rachmat dari Pemandu diving Tomia telah menunggu kami di Bandara tepat waktu. Kemudian kami diantar Avanza dari bandara menuju Basecamp Ocean Wakatobi di dekat alun-alun Wangi-Wangi sekalian makan siang yang sudah disiapkan, setelah itu lanjut berlayar ke pulau Tomia dengan speedboat dengan memakan waktu sekitar 3,5 jam perjalanan. Capek? itu pasti hehehe.... tapi semangat dan penasaran dengan pesona Tomia, mengalahkan semuanya!

Sekitar jam 4 sore kami tiba di Pulau Tomia. Disambut dengan cuaca cerah, disekitar pantai dermaga pelabuhan Tomia banyak anak-anak bermain di pantai yang berpasir putih yang terhampar disepanjang pantai. Terlihat dikejauhan rumah-rumah penduduk berbaris disepanjang pantai. Kami menginap di Hotel Terapung Tomia, yang sebenarnya tidak terapung sih... hanya saja teras belakang menghadap ke laut, asik buat duduk-duduk santai sambil makan dan pada malam hari kami bisa mendengar debur ombak selama kami tertidur nyenyak, o iya kamarnya cukup bersih dan sharing berdua.

Setelah kami mendapatkan kamar, tidak banyak yang kami lakukan karna hari sudah mulai sore. Sambil menanti sunset, kami beres-beres untuk menyiapkan penyelaman kami besok pagi.




Pagi sekali saya sudah terbangun, sepertinya sudah tidak sabar lagi untuk mengexplor keindahan laut Tomia. Setelah sarapan pagi kami langsung menuju dermaga. Spot pertama adalah Blade. Menuju area pertama hanya perlu menggunakan speed boat sekitar 20 menit dan entry dengan cara backroll.

Satu hal yang langsung terasa saat masuk ke laut Wakatobi adalah jarak pandang yang sangat baik. Laut bening seperti kaca dan anda akan langsung merasa nyaman di bawah laut. Di area ini kami bergerak mengikuti kontur wall. Banyak tubir tubir curam di laut Wakatobi. Perbedaan kontur inilah, dari dangkal dan secara drastis berubah dalam dengan wall yang menyebabkan jika kita melihat laut Wakatobi dari atas maka warnanya akan belang belang, hijau tosca, biru muda dan biru tua.




Blade dive site, Spot dive pertama kami. Letaknya paling jauh dari pulau Tomia. Karna bentuknya yang unik terbentuk dari serangkaian gunung laut bentuknya seperti pisau yang bergerigi. Kita bisa menjumpai spons raksasa, kipas laut dan karang, dan crinoids tentu saja warna-warni. Karang cambuk merah tampaknya tumbuh di mana-mana. Kami langsung bergerak ke area dengan soft coral yang memenuhi hampir seluruh dasar, begitu berwarna-warni sehingga kemanapun saya melihat bagaikan komposisi indah yang sempurna untuk difoto.

Jika ingin mendapatkan pemandangan yang lebih bagus, cukup bermain di kedalaman 15 meter. Disini sinar matahari masih masuk dan membuat terumbu karang terlihat sangat berwarna warni, dengan banyak ikan jenis damsel, surgeonfish, hingga pyramid butterflyfish yang sangat banyak memenuhi area karang.



Spot kedua Dunia Baru, Kami langsung bergerak ke area dengan soft coral yang memenuhi hampir seluruh dasar, begitu berwarna-warni dan bervariasi bagaikan ditata khusus oleh desainer sehingga kemanapun saya melihat bagaikan komposisi indah yang sempurna untuk difoto. "Tik... tik... tik... tik...", suara tongkat besi memukul tangki oksigen yang dilakukan oleh Jaya, salah seorang pemandu selam, memanggil para penyelam untuk mendekat dan menunjukkan temuannya. Setelah ditunjukkan tampak crab dari kaki hingga seluruh badannya berbulu berwarna oranye kecoklatan sedang nangkring di atas tumpukan soft coral seperti telur berwarna putih.

Secara bergantian kami mengambil foto dan saya melihatnya dengan penuh tanda tanya karena baru melihat binatang tersebut. "Itu namanya kepiting orangutan karena semua badannya berbulu dan tangannya panjang skali dari ukuran tubuhnya. Di Wakatobi banyak ditemukan kepiting orangutan (Orangutan Crab),"

Setelah menunjukkan Kepiting Orangutan, Jaya meneruskan penjelajahannya menengok kanan kiri, melihat-lihat di balik coral (karang) untuk menemukan kehidupan bawah laut yang menarik perhatian para penyelam. Para penyelam pun melanjutkan penyelamannya mengikuti sang pemandu sambil menikmati keindahan panorama bawah laut Wakatobi.


taman coral Roma
sekumpulan kecil ikan
Orangutan crab dari Tomia, Wakatobi.
Clownfish atau lebih ngetop namanya Nemo dari Tomia, Wakatobi
Lionfish dari Tomia, Wakatobi
Scorpionfish dari Tomia, Wakatobi
melintas 3 ekor Mantaray Tomia, Wakatobi
Bluepoint Stingray dari Tomia, Wakatobi
Flounder Fish, Tomia
Dogfaced pufferfish

Nudibranch yang aneh ini.... ;-)
Nudibranch dari Tomia, Wakatobi

"Tik...tik...tik? Jaya memanggil lagi sambil menunjukan Kelinci Laut (Nudibranch) berwarnah biru bergaris kuning hitam. Satu per satu para penyelam mengambil foto atau sekedar melihat binatang yang tidak pernah dilihat di daratan.

"Mari Mabuk dive site," nama yang terdengar unik dan tidak biasa sebagai nama lokasi. Pecinta indahnya koral yang berwarna-warni, dengan ikan beraneka warna tampak sibuk di tengah "kemacetan" bawah laut akan dibuai di penyelaman ini. Mari Mabuk memang memabukkan dan konon nama ini memang disematkan karena titik penyelaman ini begitu indah dan membuat penyelam "dimabuk" kecantikan karang-karang indah Wakatobi. Pesona corals gardennya juga begitu indah seperti permadani raksasa di dasar laut yang sangat unik.

Tiba di Coral Garden, saya puas menikmati hamparan soft koral yang berwarna warni, diselingi clown fish yang bersembunyi di anemon. Menyelam di area Coral Garden adalah penyelaman yang sangat menyenangkan, memang tidak banyak makhluk laut spesifik yang bisa ditemui disini, kami hanya menemui crocodile fish yang asik berkamuflase, hingga spotted garden eel yang bersembunyi saat kami bergerak terlalu dekat dan ada blue Stingray lagi istirahat.

Teluk Maya dive site, rangkaian karang di Teluk Maya mirip kebun bunga. Memang terdapat beberapa area beralaskan pasir putih di bawah air Teluk Maya, itu yang menjadi reflektor cahaya yang ampuh. Untuk pertama kalinya kami diberi kejutan melihat tiga ekor Manta Ray. Mereka berenang anggun seperti terbang melayang. Wow!

Wakatobi bukan hanya karang indah berwarna-warni dan ikan-ikan kecil penghuni terumbu karang. Melihat terumbu karang yang beraneka warna memang menyenangkan, namun terkadang membosankan bagi sebagian orang, meski bagi saya, berada di bawah laut, dengan terumbu karang yang menyenangkan, tidak pernah membosankan.

Fan 38 dive site, Sebuah topografi liar terdiri dari lereng, dinding yang menggantung, lembah dan gua-gua kecil. Dihiasi ikan-ikan berwarna-warni dengan bentuk yang unik dan beragam. Mustahil untuk mendapatkan bosan di sini!




Ali Reef dive site, salah satu titik penyelaman di Wakatobi. Hanya perlu waktu kurang dari 30 menit naik boat untuk menuju Ali Reef. Seperti ciri khas Wakatobi lainnya, jarak pandang yang baik serta coral beraneka warna menyambut penyelaman kami sejak awal. Ali Reef memiliki area dengan topografi seperti gunung dengan bagian atas yang mendatar.

Saat menuju area atas, saya melihat gumpalan hitam besar di laut yang ternyata merupakan kumpulan ikan jack dengan jumlah ratusan, atau mungkin bahkan lebih dari seribu! Schooling jackfish (diver menyebut kumpulan ikan ini dengan istilah "schooling") ini berputar mengelilingi sebagian area puncak yang mendatar. Arus di area ini sangat kencang sehingga saya berpegangan erat pada karang mati sambil menikmati pemandangan schooling jackfish yang sedang sibuk ini. Wuaah.... bahagia sekali saya bisa melihat moment ini.


schooling Jackfish di Alif Reef, Tomia


Roma dive site, Ini Coral Garden yang terkenal di area Wakatobi. Area spotnya dihiasi dengan karang yang berbentuk kelopak bunga yang indah dan dihiasi dengan anemon dan clownfish. Seperti semua situs di Wakatobi, yaitu kumpulan karang yang sehat dan berwarna-warni. 

Kita bisa menemukan belut pita, scorpionfish, ikan pipa bersayap, cowrie spindle, karpet udang anemon dan ikan keling rockmover. Large schools of fusiliers, pyramid butterfly fish, sergeant majors, snappers and redtooth triggerfish.

Ada juga nite diving di Roma dive site, tapi saya tidak ikut karna badan sudah terlalu lelah.... jadi hanya mendengar kekaguman dari teman-teman diving yang lain. 


Bumphead Parrotfish

Sempat mampir ke pulau Sawa. Kami makan siang di Pulau Sawa. Pulau cantik yang tidak berpenghuni ini ternyata memiliki spot menarik untuk bisa berfoto di atas laut.

Wakatobi memang surga penyelaman. Saya rasa siapapun yang menyelam di Wakatobi tidak akan tidak setuju dengan ungkapan itu. Dunia bawah laut yang terlalu kaya akan koral dan laut berwarna warni yang membuat saya jatuh cinta di detik pertama saya melihatnya. 





....to know how it feels, you just have to try it!!

Wakatobi is famous by its underwater paradise and I'm lucky enough to be able to visit that beautiful sea and beach a few times.  

Wah, pokoknya.... Wakatobi lives up to my expectation! saya ingin kembali lagi.....





Bukan hanya pemandangan indah atau taman laut yang memukau tetapi juga kulinernya mesti dicoba jika anda berpetualangan di pulau Tomia ini. Menu seafood itu pasti! Salah satunya ikan bakar kakap yang segar akan menemani makan anda, tidak lupa bulu babi goreng juga ada... ini adalah menu exsotis dari Tomia yang mesti dicoba yaa ;-)


masing-masing sibuk ;-)
Bulubabi goreng ala Tomia
Kasela, pengganti nasi terbuat dari singkong.
Kakap merah bakar ala Tomia
Ikan Bakar andalan Tomia
Lintahlaut balado ala Tomia

Keindahan sunset dari pulau Tomia tidak kalah cantik dengan pulau yang lainnya.... dari bukit Kayangan Tomia, ketenangan, kedamaian menyelimuti pulau menjelang gelap.





Bagaimana Menuju Wakatobi:
Penerbangan langsung dari maskapai lokal yang melayani rute Makassar/Kendari dan dilanjutkan terbang menuju Wangi Wangi (Wanci) tepatnya bandara Matahora. Dengan harga tiket pesawat yang sangat bervariasi. Dari Makasar berkisar 2 jutaan sedang dari Kendari berkisar 1 jutaan untuk pulang-pergi.

Dari Pulau Wangi Wangi menuju Tomia, bisa juga naik kapal umum Marina lama perjalanan 4 jam dengan biaya Rp. 150 ribu.
Best time to dive in Wakatobi
Sepanjang tahun memungkinkan untuk diving di Wakatobi. Dan area ini merupakan kawasan lebih kering dari bagian daerah lainnya di Indonesia. Musim Hujan yaitu January - February tetapi itu tidak menghalangi jika ingin diving.

Peak Season yaitu sekitar bulan April - May dan bulan September - November dan pastikan anda telah membooking untuk trip diving ini.

The best diving season sekitar bulan Maret dan Desember dan juga pada bulan July dan August. Suhu kedalam di dalam laut sepanjang tahun sekitar 26°C to 30°C.

Listrik: Buat traveler yang membawa banyak peralatan elektronik harus pandai-pandai memanfaatkan listrik. Listrik di Pulau Tomia langganan byaar-preett! Listrik mati menurut giliran, tetapi kadang meski bukan gilirannya listrik bisa mati tiba-tiba. Sedia senter itu lebih baik, bisa tanya-tanya ke penduduk lokal untuk mengetahui waktu pemadaman berkala tersebut. Pandai-pandai lah memanfaatkan listrik jangan sampai anda mati gaya disana karena tidak bisa mengabadikan keindahan alam Tomia.



Uang Tunai: Oh iya untuk yang membutuhkan uang tunai, mendingan ambil uang saat Anda masih di kota besar atau setibanya di Wangi Wangi itu pun hanya dari BRI dan Bank Mandiri. Di Kepulauan Wakatobi yang lain, Anda tidak akan menjumpai anjungan tunai mandiri atau ATM.
 
Ingin diving atau hanya snorkling di pulau Tomia? Untuk mengetahui trip dan paketnya bisa kontak langsung dengan bang Rachmad Tomia dari OCEANIA WAKATOBI DIVE (HP: 082347422111).






Info : 
– will be done based on certification level of divers for maximum enjoyment
  
To Bring List :
– Sunscreen
– Hat
– Sunglasses
– Camera
– Charger (possible to charge phone or camera on board)
– Towels (yes, you can also shower after your last dive of the day!)
– Book to read for your personal enjoyment
– Shoes if you go Trekking to island (just to be more comfortable)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Musim Semi Rasa Winter di Dolomites

Dari keindahan alam, laut mediterania hingga bangunan-bangunan kuno peninggalan sejarah, Italia memang merupakan salah satu negara te...