LIVE IS AN ADVENTURE

I think by traveling you can better appreciate yourself and the different cultures of the world... Enjoy life all around the world. To share with many people with different way of living. To love. To dance with the birds and sing with the wind....

Travelling brings color to my life. I'm travelling for the joy...
"...there is a difference between knowing the path and walking the path" - Morpheus

I am not good at writing but I want to share the adventure in my journey, but I have a lot of photo trips. Let the pictures are going to tell you about this trip ;)

Not only for the destinations, but it's about the journeys...
when you are traveling the time should be yours.

Some in my blog is using Indonesian, If you do not understand Indonesian you can use "Google Translate" at the top left of this blog. I hope this blog can be useful ...


DILARANG MENGAMBIL atau COPY PHOTO-PHOTO DALAM BLOG INI TANPA IJIN!

Sabtu, 07 Juni 2014

New Zealand from North to South




Menentukan destinasi... terkadang ide itu bisa datang dimana dan kapan aja, akhirnya tercetus juga tempat tujuan petualangan kami selanjutnya: gimana kalo kita ke New Zealand? Jika mendengar kata New Zealand, biasanya yang ada dipikiran kita adalah negara yang memiliki kesan segar, hijau, dan indah. Negara ini memiliki hamparan lahan berbukit dan landai. New Zealand merupakan sebuah negara kepulauan di barat daya Samudera Pasifik dan sekitar 1.500 kilometer di tenggara Australia. Letaknya yang jauh membuat negara ini menjadi kepulauan terakhir yang didiami oleh manusia. Saya pun penasaran untuk mendengar cerita lebih lanjutnya mengenai Negara itu dan ingin melakukan perjalanan kesana.

Seperti biasa kami berangkat tanpa agent tour karena lebih bebas, belajar survive, belajar mandiri, dan pastinya JAUH LEBIH HEMAT. Semua di-planning bersama mencari informasi dikumpulin, disortir, dan dipelototin satu-satu....hahaha... Karena cuma punya jatah cuti 12 hari dalam setahun, terus terang itu menyiksa banget buat orang yang hobi dan passionnya adalah travelling. Jadi kami cari bulan-bulan dimana banyak tanggal merahnya. Diputuskanlah untuk berangkat dari 21 May 2014 s/d 02 Juni 2014 (kurang lebih 2 minggu) dengan 6 hari cuti.

Inilah rute final roadtrip New Zealand : Sydney City - Auckland - Matamata - Rotorua - Lake Taupo - Ruapehu - Tongariro National Park - Whanganui - Manawatu -Wairarapa - Wellington - Ferry Interislander - Picton - Greymouth - Te Anau - Milford Sound - Invercargil - Arrowtown - Queenstown - Lake Pukaki - Mt.Cook - Lake Tekapo - Mt. John - Glenorcy - Timaru - Chrischurch - Sydney - Jakarta.

Tentu saja susunan itinerary kami sangatlah padat dan bisa dibilang sedikit 'rakus' dan maksa demi mencapai sebanyak-banyaknya spot di New Zealand. Padahal 10 hari sebenarnya lebih efektif apabila hanya dinikmati di salah satu pulau saja. Tapi ya kesempatan gak datang dua kali, jadi dinikmati saja perjalanan super panjang dan padat ini...hihihi





Kebetulan kami berangkat saat New Zealand saat musim gugur di mana merupakan salah satu waktu yang pas untuk mengeksplor New Zealand karena disebut sebagai Shoulder Season alias 'musim nanggung'. Jika berangkat ke sana saat musim panas, akan menjadi high season karena waktu terangnya yang panjang (matahari bersinar lebih lama, terbenam sekitar jam 8-9 malam). Musim panas juga bertepatan dengan natal dan akhir taun, sehingga dipastikan akan menjadi terlalu ramai dan budget bisa melambung jauh terbang tinggi.

Petualangan kami lakukan dengan perjalanan dari kota ke kota. New Zealand lebih semacam perjalanan yang penuh petualangan karena alam liarnya yang begitu indah. Belum lagi promosi-promosi wisatanya yang saat ini gencar tersebar di media sosial dengan menampilkan photo-photo landscape yang indah. Dengan alamnya yang berwarna-warni, benar-benar memuaskan hobi traveling dan fotografi saya. Sejak menyaksikan keindahan alam New Zealand dalam film The Lord of the Rings, Hobbit, negara ini menjadi salah satu negara yang sangat ingin saya kunjungi. Impian itu akhirnya menjadi kenyataan. Terbayang indahnya rumah-rumah mini hobbit di tengah padang rumput yang hijau yang dihiasi domba-domba, gunung-gunung diselimuti salju, serta danau biru luas membentang.




Negara tetangga Australia ini sejak lama terkenal akan keunikan landscape-nya yang meliputi pegunungan, pantai, hutan hujan, dan glasier. Selandia Baru terdiri dari dua pulau utama, yaitu North Island dan South Island, serta sebuah pulau kecil, Stewart Island. Letaknya di samudera Pasifik, dengan penduduk asli suku Maori. Dan Kiwi, sejenis burung kecil yang tak dapat terbang, adalah simbol negara ini. Berikut ini adalah cerita petualangan kami di New Zealand, berlangsung di akhir musim gugur yaitu pada akhir bulan Mei.





New Zealand adalah Negara yang terletak di Southern Hemisphere, jadi musimnya kebalik dengan negara-negara yang ada di belahan utara khatulistiwa seperti negara-negara di Eropa, China dan Amerika Utara. Autumn di New Zealand ini dimulai dari Maret-Mei, sedangkan Winter dimulai dari Juni-Augustus. Dan kami datang pada musim masa peralihan antara autumn dan winter, dengan temperatur berkisar 10-15 derajat Celsius. Nampak sebagian pohon berwarna kuning kemerahan dan ada yang mulai berguguran, begitu pula puncak-puncak gunung sudah mulai diselimuti salju tipis. Indah banget pokoknya! ^_^


TIKET

Setelah memutuskan perginya kapan, kami mulai hunting tiket dan akhirnya dapat tiket promo saat itu dengan menggunakan maskapai AA Jakarta-Sydney dengan tiket pulang pergi IDR 5.278.000 dan Jetstar Sydney-Auckland seharga IDR 3.246.278,- dan Christchurch-Sydney IDR 3.781.392,- semua tiket kami beli lewat online 2 bulan sebelum berangkat. Harga tiket belum termasuk biaya bagasi, makan, dan asuransi perjalanan dan itu semua kami tidak membelinya, hanya membawa koper ukuran kabin dan berdoa untuk keselamatan selama perjalanan! Kami sengaja transit di Sydney, karena sebagian dari kami termasuk saya belum pernah melihat Sydney....yay! lumayan jadi sempat mengintip kota Sydney yang indah itu. Setelah urusan tiket selesai sembari menunggu proses pengajuan visa kami obervasi lebih mendalam lagi mengenai North dan South Island, NZ.  





VISA

Mengenai proses pengajuan visa, Saat itu kami apply untuk 4 orang, karena kesibukan masing-masing yang lain menyusul. Biaya untuk pengajuan visa ini total Rp 1.450.000 dengan rincian: Rp 1.250.000 untuk embassy, Rp 200.000 untuk VFS (agent yang ditunjuk embassy-mandatory). Saat ini banyak sekali Negara di luar negeri yang menunjuk agent sebagai pool untuk pengurusan visa, konsekuensi nya ya terpaksa harus bayar lebih dari harga yang tertera di website gov.embassy mereka. Selain Visa New Zealand, kami juga mengurus Transit Visa Australia melalui VFS dengan biaya administrasi Rp 180.000. Untuk kunjungan ke Australia kurang dari 3 hari kita bisa mengajukan Visa Transit ini dengan melampirkan dokumen seperti apply Visa biasa + copy tiket pesawat yang sudah dibayar.


OMEGA CAR RENTAL

Buat roadtrip tentu saja butuh kendaraan. Dari North Island hingga South Island dengan mengendarai mobil. Why ? Because it's the best way to enjoy NZ's beautiful nature! ....dan juga biar bisa bebas berhenti  untuk berfoto atau sekedar menikmati keindahan alamnya karena kalau naik bus atau ikut tur dijamin gak puas! Berdasarkan research dari internet dan tanya-tanya teman yang pernah kesana, keliling NZ menggunakan mobil yang disetir sendiri adalah cara yang paling efektif. Kami waktu itu menyewa mobil dengan kapasitas 8 orang meski diisi 7 orang, dari provider Omega. https://www.omegarentalcars.com/ Harga sewa untuk 7 hari waktu itu NZD 673.2 sudah termasuk insurance fully covered. Saya sarankan untuk mengambil insurance ini karena bagaimanapun kita gak tau kedepannya apa yang akan terjadi dengan mobil ini apalagi di kondisi yang asing. Pada saat booking kami diharuskan bayar NZD 50 sebagai DP dan sisanya harus dilunasi 5 hari sebelum tanggal mulai sewa.

Di New Zealand kendaraannya stir kanan sama dengan di Indonesia. Pada pengalaman kami untuk menyetir di New Zealand tidak harus menggunakan SIM internasional. Kami menggunakan SIM Indonesia dan tidak perlu ditranslate kedalam bahasa Inggris. Setiba disana berikan copy SIM A untuk diverifikasi sebagai yang akan mengemudikan. Ada 3 orang teman kami yang diregistrasi oleh pihak Omega. Liburan ke New Zealand tak lengkap rasanya kalau tidak menggunakan mobil sendiri (sewa), banyak plusnya kalo nyupir sendiri, kita bisa bebas blusukan kemana aja, ke tengah hutan, dikaki gunung atau pinggir danau, mau jalan tengah malem subuh kapanpun kita mau tanpa harus mikir transportasi lagi dan tentunya lebih hemat jika ditanggung bersama teman seperjalanan.

Jalanan selalu tampak sepi di setiap jalan lintas kota, tapi jangan lengah dengan memacu kendaraan diatas 100 KM/JAM, karna itu adalah batas maksimal kecepatan. Anda bisa sesekali berhenti di tempat yg menurut anda mempunyai pemandangan yang keren, dengan tetap memperhatikan rambu-rambu lalu lintas. Misalnya seperti dilarang berhenti atau sebagainya. Gunakan lah GPS jika dirasa perlu atau Google Maps yg keakuratannya sampai dengan 98 persen (menurut saya pribadi ;-).

Hal yang harus diperhatikan ketika menyewa kendaraan di NZ:
1. SIM A Indonesia berlaku;
2. Patuhi lalulintas karena pelanggaran dendanya mahaaaaal, khususnya batas kecepatan maksimal;
3. Beberapa persewaan kendaraan di hari libur tutup atau tutup lebih awal, perhatikan jam buka mereka;
4. Biaya sewa kendaraan di musim dingin (Juni - September) jauh lebih muraaah dari pada 
    Desember (Musim Panas).
5. Kalau ingin tahu berapa kapasitas maksimal penumpang dalam kendaraan, lihat informasi maksimal 
    seat-belt yg disediakan.
6. Public toilet yang bersih di setiap kota di NZ banyak dan tersedia bahkan di kota sekelas desa 
    atau kelurahan atau kecamatan. 😊  




AKOMODASI

Selama 7 hari kami di New Zealand kami booking 1 malam hostel untuk setiap harinya dan ditempat yang berbeda-beda. Enaknya di NZ penginapan hostel dilengkapi dengan dapur yang luas dan bersih, beserta alat-alatnya yang lengkap jadi kita bisa memasak sendiri dan tentunya menghemat biaya makan loh! Akomodasi hari pertama kami booking di Noah's Ark Greymouth, dengan rates NZD 18,3/orang/malam, untuk share room. Akomodasi hari ke-2 di Wellington kami menginap di Dwellington Hostel, seharga NZD 20/orang/malam bersebrangan dengan kedutaan USA dan dekat dengan supermarket New World. Hari ke-3 menginap di YHA Te Anau NZD 21,8/orang/malam. Untuk Hari ke-4 kami menginap di Tiki Lodge Taupo dekat danau Taupo dengan biaya sebesar NZD 21,8/orang/malam. Hari ke-5 kami menginap di YHA Tekapo NZD 25,8/orang/malam, yang mempunyai pemandangan indah di halaman belakang penginapan yaitu danau Tekapo. Dan hari ke-6 kami menginap di Bumbles Backpacker Hostel di Queenstown NZD 47.4/orang/malam, yang mempunyai pemandangan langsung ke danau Wakatipu dan cukup berjalan kaki menuju pusat kota. Dan malam ke-7 kami stay di bandara Christchurch sampai waktunya penerbangan kami tiba. Bandara ini sangat tidak nyaman untuk menginap, tidak ada ruang tunggu yang nyaman buat menunggu dengan waktu yang lama. Untuk Hari ke-8 kami sudah di Sydney yaitu menginap di Bounce Hostel Sydney dengan tarif AUD 26,2/orang/malam, dekat stasiun MRT tapi susah mencari tempat makan mesti jalan jauh dulu keluar. Semua sudah kelar.. Itinerary sudah mantep.. Here We Go!!


View from the hostel room at Queenstown


Hari Pertama: Sydney City

Penerbangan kami dari Jakarta menuju Kuala Lumpur (KL) jam 18.35 dan sampai di KL jam 21.35. Penerbangan selanjutnya menuju Sydney jam 23.40 dan tiba di Sydney jam 09.45 pagi (+4 WIB) dengan maskapai Air Asia. Dari Sydney terbang jam 18.30 dan tiba di Auckland jam 23.35 dengan maskapai Jetstar. Kami memang sengaja mengambil waktu panjang saat transit di Sydney untuk explore kota itu. Tapi saya tidak menceritakan tentang petualangan Sydney di kolom ini yaa... ;-) Setibanya kami Auckland disambut oleh udara yang segar dan dingin menyengat. Badan udah pegel banget eeh rasanya pengen rebahan karena waktu perjalanan yang telah dilalui sangat panjang, tapi apa daya hiks kami beristirahat dan menunggu pagi di bandara.





Hari ke Dua: Auckland - Hamilton (Hobbiton) - Rotorua - Lake Taupo

Jam 06.00 pagi kami sudah pada bangun dan bersiap bertemu dengan orang dari pihak Omega Car Rent yang mengantarkan mobil yang akan kami gunakan selama di NZ. Walau lelah tapi rasanya sudah tak sabar lagi untuk melakukan petualangan roadtrip kali ini. Saat pagi baru kami tau kalau di Bandara Auckland kami disambut oleh Gimli dari Middle Earth. Wuah...langsung deh mengambil posisi buat jepret-jepret :-)) .....serasa memasuki alam Hobbiton deh......

Berbekal peta dan GPS, kami memulai petualangan. Edi mendapat giliran menyetir pertama kali dan Ely berperan sebagai navigator. Jalan-jalan cukup lebar dan halus, nyaman untuk berkendara. Auckland merupakan kota metropolitan terbesar di New Zealand. Dalam bahasa Maori, Auckland dikenal sebagai “Tamaki-Makau-Rau” yang berarti “perawan dengan ratusan pelamar”. Kota ini disebut seperti itu tentu pasti dengan alasan-alasan tersendiri yaa...dan saya tidak tau apa alasannya...hehehe.

Tidak lama kami di kota ini, hanya melintas dan berkeliling kota dan kami hanya melihat dari dalam kendaraan saja. Meski kota metropolitan, Auckland tidak terasa padat dan bising. Gedung pencakar langit, pemandangan menakjubkan, taman kota dan hijaunya pepohonan, pelabuha. Kemudian langsung ke arah luar kota menuju Hobbiton Movie Set di desa Mata Mata. Sudah mulai terlihat hamparan rumput yang berbukit-bukit dihiasi domba-domba disepanjang kiri kanan jalan. Dan kami menginap di dekat danau Taupo

Untuk main ke Hobbiton Movie Set tempat syutingnya The Lord of The Ring, kita harus ikut tour. Mulainya bisa dari Matamata i-site, The Shire's Rest, atau dari Rotorua. Perkampungan The Hobbit atau The Shire yang dibuat untuk setting film The Lord of The Rings (TLOTR) ini terletak di Matamata, sekitar 2,5 jam dengan mobil dari Auckland.  Dan bagi penggemar film The Lord of the Rings dan The Hobbit, lokasi ini wajib Anda kunjungi karena di sini lah shooting beberapa scene tersebut dilakukan. Yeay nyampe!




Rotorua merupakan kota yang terdapat di tepi Danau Rotorua yang ada di North Island di New Zealand, daerah ini terkenal karena aktifitas geotermalnya, tapi sayang kami tidak sempat mampir karena waktu yang tidak memadai... semoga suatu saat kami akan kembali lagi  ^_^ padahal disana terdapat geyser yang terkenal yaitu geyser Pohutu di Whakarewarewa, selain itu terdapat kolam lumpur panas yang banyak dikunjungi, lumpur panas ini berasal dari Kaldera Rotorua.


Gerombolan domba pertama yang ditemui. Kalian bagaikan kutu ! OMG.. i was super excited


Hari ke Tiga: Ruapehu - Tongariro National Park - Whanganui - Manawatu -Wairarapa - Wellington

Di New Zealand taman Tongariro ini merupakan taman tertua yang letaknya di pusat North Island. Taman ini sudah di akui UNESCO sebagai campuran budaya dan alam Situs Warisan Dunia. Taman ini m New Zealand memiliki luas sekitar 795.98 km2 dan merupakan taman ke empat yang ada di dunia, disana terdapat 3 gunung vulkanik aktif yaitu gunung Ngauruhoe, Ruapehu dan Tongariro yang letaknya di tengah taman.





Hari ke Empat: Dengan Ferry Interislander menuju Picton - Greymouth

Pada saat menyebrangi Selat Cook menuju South Island New Zealand, kami menggunakan kapal Ferry Interislander yang menempuh jarak 92 km dan memakan waktu 3 jam perjalanan dari Wellington menuju Picton. Dengan membayar NZD 65 per orang untuk sekali jalan dan kami mengambil jadwal pemberangkatan pertama yaitu jam 06.30 am dan tiba di Picton jam 09.40 am. Karena tidak mau ketinggalan kapal, pagi sekali dan matahari pun belum bangun kami sudah bersiap-siap menuju pelabuhan Wellington.

Menikmati kapal Ferry Interislander ini sangat mengagumkan.... kami sangat menikmati kapal Ferry ini sambil menghayal kapan ada di negeri tercinta, Indonesia. Kapal yang megah dan senyaman ini seperti menikmati cruz mewah lengkap dengan fasilitas yang ada di kapal ini, belum lagi pemandangan laut yang disuguhkan....Sepanjang perjalanan kita bisa menikmati ‘panoramic view’ gugusan pulau-pulau, pantai, beberapa rumah diatas pegunungan, yang menghias disepanjang perjalanan, bener-bener menyenangkan. Pantas saja sering disebut sebagai 'one of the most beautiful ferry rides in the world'.


Autumn color from Arrowtown


Hari ke Lima: Te Anau

Bulan Juni, New Zealand merupakan masa peralihan dari musim dingin ke musim semi, dengan temperatur berkisar 10-15 derajat Celsius. Sebagian pohon mulai bersemi, begitu pula rumput-rumput hijau yang dihiasi bunga-bunga kecil. Beberapa orang berlari-lari kecil sambil membawa anjing. Rumah-rumah tertata dengan rapi di sepanjang jalan, masing-masing dilengkapi kebun yang luas.




Hari ke Enam: Milford Sound - Invercargil - Arrowtown

Milford Sound, tempat yang indah ini akan membuat anda nyaman disana menghirup udara segar dan melihat pemandangan yang begitu indah. Taman ini didirikan pada tahun 1952 dengan luas taman ini 1,2 juta hektar. Disana anda akan menemukan banyak tempat gletser yang sudah diukir banyak fiords dengan sangat dalam.

Pada awalnya, Milford Sound merupakan daerah yang diabaikan oleh penjelajah Eropa karena ketika lerengnya yang curam dan kondisi angin yang menimbulkan suara menderu. Namun, keadaan ini berubah dan tempat ini menjadi salah satu tujuan paling populer di Selandia Baru. Pada tahun 2008, Milford Sound bahkan pernah mendapat predikat tujuan wista terpopuler dunia menurut TripAdvisor. Tiap tahun, setidaknya lima ratus ribu hingga satu juta wisatawan datang ke lokasi ini. Tempat wisata ini adalah bagian dari Fiordland National Park dan situs warisan dunia Te Wahipounamu. Di lokasi ini Anda dapat menemukan anjing laut, penguin, lumba-lumba, dan terkadang ikan paus. Anda juga dapat melakukan berbagai olahraga air seperti mendayung dan tramping.


Milford Sound - Queenstown


Hari ke Tujuh:  Queenstown

Kondisi geografis Queenstown yang berada di tengah-tengah daerah perbukitan dan bergunung-gunung. Bukit-bukit hijau, gunung-gunung bersalju, danau berwarna biru tosca membuat kita serasa berada di dalam kartu pos. Queenstown merupakan sebuah kota wisata di Otago yang terletak di bagian South Island dari jajaran sebuah negeri kepulauan ‘di ujung bumi’ yang bentuknya memanjang ke arah kutub Selatan: New Zealand. Yang berada di dekat danau Wakatipu disekitar area yang disebut dengan Queenstown Bay dengan bentuknya yang menyerupai huruf Z akibat hasil dari prosesi glasial sehingga memiliki pemandangan yang begitu menakjubkan apalagi jika melihatnya dari gunung. 

Pusat kota Queenstown tidak terlalu besar, dan masih cukup kuat untuk dijelajahi dengan berjalan santai. Di pusat kota yang tertata rapi ini banyak tersedia restoran dan cafe, serta tentu saja toko souvenir khas New Zealand dan Maori. Beberapa cafe dan restoran menempatkan sejumlah kursi dan meja makan di luar yang pasti sangat menyenangkan digunakan untuk makan bersama sambil duduk-duduk dan mengamati orang yang berlalu lalang jika tidak hujan. Souvenir yang cukup khas adalah hasil olahan bulu domba dan possum seperti syal, sweater, topi, produk kesehatan yang mengandung lemak domba dan madu, serta hiasan dari jade dan Paua, yaitu sejenis kerang yang diolah dengan indah.


Queenstown city


Pemandangan danau luas dengan air biru yang tenang serta latar belakang pegunungan yang megah seakan membuat mata tak berkedip melihat keindahanya. Tepian danaunya seperti pantai kecil dengan pasir, kerikil, dan ombak yang menerjang pelan.




Jika berniat berlibur dan mengunjungi New Zealand, jangan lupa untuk menyempatkan diri mampir ke Queenstown. Kota ini memang bukanlah kota besar tetapi selalu menjadi tujuan utama jalan-jalan para turis di Pulau Selatan Selandia Baru ini. Queenstown ini merupakan gateway ke tempat tujuan wisata lain seperti Milford Sound, Glenorchy, Double Sound dan Wanaka. Sedangkan letak kota ini adalah di tepi danau Wakatipu dan dikelilingi pegunungan.

Gugusan pegunungan Alpen yang sambung menyambung satu sama lain termasuk diantaranya adalah The Remarkables yang tampak kokoh menjulang dengan jalanan naik-turun berkelok-kelok, sangat persis dengan situasi alam yang dapat ditemukan di Switzerland. Bentangan alam danau dan gunung serta pedesaan yang masih asri merupakan pemandangan yang akan ditemukan begitu sampai di kota ini. Keindahan yang asri tidak terlepas dari partisipasi setiap individu penduduknya untuk tidak membuang sampah sembarangan... Cliche, but that’s a fact.


the devil food! Fergburger Queenstown


Hanya dengan berjalan-jalan santai atau bersepeda, kita akan merasa dimanja dengan pemandangannya. Yang menjadi ’sajian’ andalan bagi Queenstown untuk menarik minat wisatawan mancanegara adalah atraksi wisata alam yang sifatnya memacu hormon adrenalin. Kami sempat mencoba petualangan dengan Shotover Jet dan menikmati pemandangan kota Queenstown dari atas Bob Peak dengan Skyline. Di sini terdapat kios burger paling populer yaitu Ferburger. Setiap harinya banyak orang yang mengantri hingga berderet sampai ke jalanan di depan kios. Jangan lupa yaa mencicip burger yang sudah ngehit seantero yaitu Fergburger!






Hari ke Delapan: Lake Pukaki - Mt. Cook - Lake Tekapo - Mt. John - Glenorcy

Ingin menikmati keindahan alam seperti yang sering Anda lihat di internet atau di TV? Lake Tekapo merupakan salah satu daftar destinasi yang harus dikunjungi. Tempat ini bahkan disebut sebagai surga bagi para fotografer. Apabila Anda merasa bahwa pemandangan berupa pegunungan berpuncak salju, danau berair biru, dan gereja mungil nan anggun Church of The Good Sheperd.

Aoraki merupakan sebutan lain bagi Mountain Cook ini, yang dimana tempat ini merupakan gunung tertinggi yang ada di New Zealand. Tempat ini terletak di Pegunungan Alpen Selatan wilayah Canterbury. Mount Cook National Park merupakan bagian dari taman nasional gunung Cook. Letaknya tak jauh dari kota kecil Twizel di South Island. Di seantero New Zealand terdapat 20 puncak gunung dan Mount Cook-lah yang memiliki puncak tertinggi, yaitu 3.753 meter. Taman Nasional Mount Cook seluas 70.696 hektar menjadi tempat berpijak bagi lebih dari 400 jenis tumbuhan dan rumah bagi sekitar 40 jenis burung, 200 jenis ngengat, 7 jenis kupu-kupu, dan sejumlah hewan invertebrata lainnya. Danau-danau glasier melengkapi keindahan lansekap di sana.

Usai puas menikmati pemandangan di Lake pukaki ini kami pun mencari makan untuk sarapan yaitu fresh Salmon! Ada satu tempat yg cukup terkenal disini yaitu Mckenzie Salmon farm sebuah peternakan salmon tertinggi di NZ, namun sayang sekali pada saat kami menuju tempat ini akses jalanannya sedang ditutup karena sedang ada perbaikan besar, rusak akibat longsor. Akhirnya kami segera mencari alternative Salmon farm lainnya dan ketemulah di kota Twizel yg berjarak hanya 8km dari Lake Pukaki.

Namanya High Country Salmon Farm, ternyata tempat ini mempunyai review yang bagus pula di Rankers. Disini kami pun memesan Sashimi box yg harganya NZD 24/400gr yg kami habiskan berjamaah, cepat dan tanpa sisah hahaha. Sebenernya ada pilihan yg lebih murah NZD 15/kg tapi itu kita harus beli ikan utuh yang belum dipotong potong dan belum dapat soy sauce-nya, repot aje! Oia ikannya langsung diambil dari penangkarannya sesaat setelah kita pesan, boleh aja sih ambil yang sudah ada tapi kami ingin yang benar-bener fresh, kami juga membeli stok salmon untuk makan malam. Masalah rasa? Jangan ditanya deh, super duper tasty! Manis, kenyal dan dingin mirip makan ikan dari dalem kulkas haha.. ya soalnya kan air penangkarannya juga dingin banget jadi bukan karena disimpan di lemari es lho ya, The best sashimi ever! And cheap as well.




Alam sekitarnya dikelilingi oleh pegunungan, serta dihiasi oleh glasier yang menutup sekitar 40% dari total area taman nasional. Tasman Glacier, glasier terbesar di negeri Kiwi itu, adalah atraksi utama dari Taman Nasional Gunung Cook. Taman Nasional Gunung Cook yang diresmikan pada 1953 ini adalah pilihan tepat bagi para pecinta alam di mana dapat mendaki, bermain ski, berburu, berkemah, atau sekedar memandangi langit kelam jernih yang bertabur bintang pada malam hari. Para wisatawan dapat mendaki atau berkemah di sekitarnya sambil menikmati pemandangan alam yang luar biasa.

South Island, pemandangan alam liar nya lebih spektakuler, dan dengan perbandingan jumlah penduduk yang tidak lebih banyak dari domba, suasananya pun lebih sepi dan lebih santai. Lake Tekapo merupakan salah satu tujuan wisata yang cukup terkenal di New Zealand.











Hari ke Sembilan: Timaru - Chrischurch

Christchurch  merupakan kota kedua terbesar di New Zealand sesudah Auckland. Kota ini terkenal karena kebun-kebunnya yang indah, bangunan-bangunan tua, dan Sungai Avon yang berliku-liku melewati pusat kota. Tidak mengherankan, Christchurch dikenal dengan sebutan The Garden City.





Udara sejuk seger menerpa wajah begitu menginjakkan kaki di Christchurch. Sebagian pohon mulai berwarna orange dan ada yang sudah berguguran, begitu pula rumput-rumput hijau yang dihiasi bunga-bunga kecil. Beberapa orang berlari-lari kecil sambil membawa anjing. Rumah-rumah tertata dengan rapi di sepanjang jalan, masing-masing dilengkapi kebun yang luas.





Pemandangan Alam di New Zealand sudah tidak diragukan lagi bahwa negara ini memiliki pemandangan alam yg sangat luar biasa, jadi jangan sia-siakan kesempatan anda mengambil foto sebanyak-banyaknya ditempat yg anda sukai.

Hari ke Sepuluh: Sydney Explore

Hari ke Sebelas: Sydney - Jakarta


 === TO BE CONTINUED ===












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Musim Semi Rasa Winter di Dolomites

Dari keindahan alam, laut mediterania hingga bangunan-bangunan kuno peninggalan sejarah, Italia memang merupakan salah satu negara te...