LIVE IS AN ADVENTURE

I think by traveling you can better appreciate yourself and the different cultures of the world... Enjoy life all around the world. To share with many people with different way of living. To love. To dance with the birds and sing with the wind....

Travelling brings color to my life. I'm travelling for the joy...
"...there is a difference between knowing the path and walking the path" - Morpheus

I am not good at writing but I want to share the adventure in my journey, but I have a lot of photo trips. Let the pictures are going to tell you about this trip ;)

Not only for the destinations, but it's about the journeys...
when you are traveling the time should be yours.

Some in my blog is using Indonesian, If you do not understand Indonesian you can use "Google Translate" at the top left of this blog. I hope this blog can be useful ...


DILARANG MENGAMBIL atau COPY PHOTO-PHOTO DALAM BLOG INI TANPA IJIN!
Tampilkan postingan dengan label THAILAND. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label THAILAND. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juni 2012

Wat Arun - The Temple of Dawn, Bangkok.


Wat Arun, Bangkok


Ada lebih dari 31.200 candi Budha menyebar di seluruh Thailand. Dalam bahasa Thailand, kuil atau disebut Wat. Salah satunya, the famous Wat Arun (วัดอรุณ) atau Temple of Dawn. Duduk anggun di sisi tepi barat Thonburi dari Sungai Chao Phraya. Wat Arun merupakan salah satu bangunan yang menjadi ciri khas kota Bangkok. Meskipun namanya yang berarti : "datang dari Aruna, dewa India fajar" konon katanya pemandangan terbaik dan foto Wat Arun berada di malam hari saat matahari terbenam di belakangnya. Dapat dilihat dari sisi timur sungai saat matahari terbenam, ketika menara dari Wat Arun membuat siluet mengesankan terhadap kaki langit.... tapi sayang kami tidak sempat balik lagi pada saat sunset. 😑


salah satu Prang Wat Arun
Entrance Gate Wat Arun, Bangkok.



Kuil ini sudah berdiri sejak pusat pemerintahan masih di Ayutthaya dengan nama Wat Mokok karena berlokasi di sebuah daerah bernama Tumbol Bangmakok. Setelah mengalami perbaikan pada masa King Rama II 1809-1824 dan King Rama III (1824-1851). Kuil Budha ini juga merupakan representasi arsitektur Gunung Meru, pusat dunia dalam kosmologi Buddhis. Dalam mitologi Buddhisme Tibet, Gunung Meru adalah tempat yang secara bersamaan merupakan pusat alam semesta dan kemanunggalan-pikiran tunggal. Ribuan mil tingginya, Meru terletak di suatu tempat di luar bidang fisik realitas, di alam kesempurnaan dan transendensi. Wat Arun yang merupakan rumah penjaga para dewa dari empat arah, mengukuhkan sebagai simbolisme mistis.








Kuil ini dikelilingi oleh menara-menara kecil yang disebut dengan “Phra Prang". Prang ditutupi dengan potongan-potongan porselen dan dihiasi dengan patung-patung Cina yang kapal Cina yang datang ke Bangkok digunakan sebagai pemberat. Pengunjung juga bisa naik ke atas kuil dengan mendaki tangga yang cukup curam.


perjuangan menuju puncak Wat Arun, lelah itu pasti 😊
sesampai diatas ketemu siganteng, lelah pun hilang 😍

 
View kota Bangkok dari atas Wat Arun




keindahan detail dekorasi Wat Arun




Wat Arun ini buka setiap hari dari 07.30 pagi sampai 17:30. Untuk mengunjungi Wat Arun, kita bisa naik Taxi atau bus kota yang menuju ke Istana kerajaan Thailand (Grand Palace). Kemudian berjalan sekitar 10m ke tempat penyebrangan, Tha Tien Pier. Selain itu, anda juga bisa mencoba naik BTS Skytrain dari arah mana saja ke Saphan Thaksin, lalu dari Stasiun BTS Saphan Thaksin turun ke Pier dan naik boat dengan tarif 20 Baht ke Tha Tien Pier. Kita menggunakan jasa Ferry untuk menyeberang sungai ke Lokasi Wat Arun dengan tarif 4 Baht. Biaya tiket masuk adalah 50 Baht per orang.


Teratai Biru di taman Wat Arun.


Hati-hati, disana ada tempat berfoto berupa papan lukisan orang berpakaian Tradisional lengkap yang bisa kita isi dengan wajah kita. Jika anda menggunakannya untuk berfoto, anda akan diminta bayar 40 Baht per-orang. lumayan mahal juga. Sebenarnya ada tulisan 40 B pada bagian bawah papan ini, namun tulisannya sudah tampak pudar sehingga banyak wisatawan, termasuk saya. "Busyeeeet.... cuma foto gitu doang bayar Rp. 12.000, itupun kamera dari kita sendiri.






jangan lupa mencicipi Tom Yum disebrang Wat Arun, enaaaak banget! 😉


Wat Arun Map







Rabu, 15 Juni 2011

Wat Intharawihan, Bangkok - Thailand.




Wat Intharawihan sangat mencolok dengan adanya patung Budha dalam posisi berdiri setinggi 32 meter dan lebar 10 meter. Di bagian kepala merupakan relik suci Budha yang didatangkan dari Sri Lanka. Di tangannya, sang Budha memegang sebuah mangkuk yang dibuat dari mosaik berlapis emas 24 karat yang didatangkan langsung dari Italia. Di kaki sang Budha, pengunjung biasanya mengucapkan beberapa permintaan untuk dikabulkan.





Patung fenomenal yang disebut dengan Luang Phaw Toh ini dipercaya dapat membawa kebahagiaan bagi siapa saja. Di kaki patung raksasa itu, terdapat patung Budha lain yang lebih kecil. Dimana pengunjung biasa meletakkan bunga-bunga tanda ucapan syukur. Di sekelilingnya, banyak orang menjual burung di dalam sangkar. Bangsa Thailand percaya jika seseorang melepaskan burung di bawah kaki Sang Budha, maka diyakini bahwa orang tersebut akan mendapatkan kemakmuran, kekayaan, dan kesuksesan.




Wat Intharawihan berada di Wisut Kasat Road, atau sebelah selatan Banglamphu, kuil ini benar-benar menonjolkan kesan megah yang religius. Jika mendekati lebih jauh lagi, misalnya di aula Ubisot, pengunjung akan dapat menemukan patung-patung Budha diantara dinding-dinding cantik dan kaca yang penuh dengan ukiran. Terdapat pula museum kecil di dalamnya yang berisi berbagai macam patung Budha lengkap dengan berbagai macam lukisan klasik.





Wat Indravihan dibangun dengan memakan waktu tidak sedikit, yakni 60 tahun lamanya. Bahkan, kuil ini telah dianugerahi gelar sebagai kuil tertinggi di dunia. Kuil ini yang sehari-hari dikenal sebagai Wat Dalam, dipulihkan pada masa pemerintahan Raja Rama I oleh Chao Inthawong, anggota keluarga kerajaan Lao yang menetap di daerah tersebut. Somdet Phra Buddhachan memulai konstruksi berdiri raksasa Buddha di 1867 dan itu tidak selesai sampai 1927. Struktur api seperti di atas kepala Sang Buddha berisi relik dari Buddha yang disumbangkan oleh pemerintah Sri Lanka pada tahun 1978. Untuk perayaan peringatan dua abad Rattanakosin Bangkok pada tahun 1982, maka Abbas, Phra Khru Woraphattikhun dilakukan restorasi termasuk dekorasi patung dengan 24-karat ubin mosaik emas dari Italia. 




Masuk ke kuil ini gratis.

Getting there:
Take the aircon 511 bus that runs along Sukhumvit and Ploenchit roads to Ratchadamnoen Klang. The temple is a 15-minute walk up Sam Sen Road, past Khao San Road in the Banglamphu area. A taxi from the west exit of Ratchathewi BTS station will cost around 60 baht.













Jumat, 03 Juni 2011

The Grand Palace Bangkok, One Of Most Stunning Palace.


Grand Palace is Undoubtedly one of Bangkok's most Famous Landmarks.


For just about 150 years, Bangkok's Grand Palace was not only the home of the King and his court, but also the entire administrative seat of government. Within the crenelated walls were the country's war ministry, state departments, and even the mint.

Our stay in the area Khao San Road, Grand palace not far from where we were staying could walk to get there about 10 minutes. Does not feel tired because while enjoying views of the city park Bangkok.





Admission Fee:
Admission to the Temple of the Emerald Buddha and the Central Court of the Grand Palace is 350 Baht (11.62 USD).


Entrance
The Grand Palace Bangkok Complex.


NOTE: There is a strict dress code for visiting the Grand Palace. 
 
The Temple of the Emerald Buddha is Thailand's most sacred site. Visitors must be properly dressed before being allowed entry to the temple. Men must wear long pants and shirts with sleeves -- no tank tops. If you're wearing sandals or flip-flops you must wear socks (in other words, no bare feet.) Women must be similarly modestly dressed. No see-through clothes, bare shoulders, etc. If you show up at the front gate improperly dressed, there is a booth near the entry that can provide clothes to cover you up properly. You must leave your passport or credit card as security.




Hours: The Grand Palace is open every day from 8:30 to 3:30, unless it's being used for a state function, which is quite rare. Be careful of outs working outside the palace area who tell you its closed, and suggest their own guided tour instead. They're most likely lying, and their 'tour' will be to several shops where they get commissions on your purchases. Free guided tours in English are available at 10:00, 10:30, 1:30 and 2:00. You can also rent an audio guide for 100 Baht (3.32 USD) plus passport or credit card to secure return.



Royal Grand Palace, Bangkok.

Chakri Mahaprasad Hall.



While the Temple of the Emerald Buddha and Grand Palace grounds are open every day when not being used for state functions, the audience halls in the Grand Palace are closed on weekends. You can only gain entrance to see the magnificent thrones on weekdays. The Royal Pantheon in Temple of the Emerald Buddha is only open one day a year, on 6 April.  




Temple Emerald Budha, Grand Palace Bangkok.


Complexes of the most fascinating though is the Wat Phra Kaew, the Temple of Emerald Buddha. Contrary to its name The Emerald Buddha is actually carved from jade and sits just 70cm high. Although smaller in size compared to Wat Pho, Temple of Reclining Buddha, is Thailand's most sacred shrine, visited by hundreds of locals and tourists every day.


Thai Ornament Texture the Grand Palace
Hanoman Statue.


Tips:

The best time to visit the Grand Palace in Bangkok really depends on personal preference, but most agree that the best time is between November to March, winter Thailand. This is high season for tourists as the climate tends to be more bearable then the summer of Thailand, with average temperatures around 25 ° C or 72 ° F

Be careful not to fall for scams by local communities in both transport you and when they try to persuade you to another temple, saying that the Grand Palace was closed. They do this for tea money, and generally end up bringing you to the edge of town to make many stops at the gem store or tailor. Your best bet is to find a metered taxi for transportation whenever you can, which in some cases can be difficult, but persistent.

Enjoyed your trip..!


Five headed snake, Grand Palace



Demon Guardian (Yaksha) Wat Phra Kaew an exit
to Grand Palace (Bangkok).
Royal Pantheon at Wat Phra Keo


Chakri Mahaprasad Hall.









Musim Semi Rasa Winter di Dolomites

Dari keindahan alam, laut mediterania hingga bangunan-bangunan kuno peninggalan sejarah, Italia memang merupakan salah satu negara te...