LIVE IS AN ADVENTURE

I think by traveling you can better appreciate yourself and the different cultures of the world... Enjoy life all around the world. To share with many people with different way of living. To love. To dance with the birds and sing with the wind....

Travelling brings color to my life. I'm travelling for the joy...
"...there is a difference between knowing the path and walking the path" - Morpheus

I am not good at writing but I want to share the adventure in my journey, but I have a lot of photo trips. Let the pictures are going to tell you about this trip ;)

Not only for the destinations, but it's about the journeys...
when you are traveling the time should be yours.

Some in my blog is using Indonesian, If you do not understand Indonesian you can use "Google Translate" at the top left of this blog. I hope this blog can be useful ...


DILARANG MENGAMBIL atau COPY PHOTO-PHOTO DALAM BLOG INI TANPA IJIN!
Tampilkan postingan dengan label Yunnan Province in China.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yunnan Province in China.. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Februari 2014

Stone Forest, Kunming - Yunnan


Stone Forest,Kunming

Perjalanan panjang kami dari Shangri La oldtown akhirnya berakhir di kota Kunming. Tempat pertama yang akan kami datangi adalah Stone Forest salah satu tempat yang unik dan mengagumkan yang masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Stone Forest terletak di Shilin County atau disebut juga Lunan Yu, 126 kilometer tenggara dari Kunming. Karena letaknya jauh dari pusat kota Kunming, setibanya di bandar udara Kunming kami langsung menyewa mobil menuju stone forest untuk menghemat waktu.








Sayangnya, untuk berkunjung ke tempat ini sangat mahal bagi saya harus merogoh kantong 175 yuan, kemudian menyewa mobil dan sopir untuk menuju Stone Forest dan lanjut ke hostel di pusat kota Kunming dengan biaya 300 yuan, untung saja kami sharing dengan 6 orang jadi terasa ringan. Perjalanan dari bandar udara menuju Stone Forest ini memakan waktu sekitar 90 menit. Dan untuk trip ini memakan waktu sekitar 2 jam. 













Sebuah formasi karst yang khas, stone forest meliputi area seluas 350 kilometer persegi yang diperkirakan terdiri dari 270 karst topografi dengan masa juta tahun. Stone Forest dengan koleksi yang tampaknya tak berujung saking luasnya, dipenuhi menara batu dan monolit berbagai berbentuk yang aneh dan unik... tampak seperti hutan batu yang luas.










Menurut hasil penelitian ilmiah Stone Forest merupakan hasil pembentukan yang sudah terjadi sejak 270 juta tahun yang lalu, merupakan hamparan lautan, dengan bentangan luas batu kapur sedimen yang juga terbentuk selama bertahun-tahun di dasar laut. Sebagai hasil dari gerakan kerak bumi, maka dasar laut naik secara bertahap sehingga muncul menjadi menara-menara batu kars. Kemudian terkena hujan dan terkikis angin serta cuaca dari rentang waktu ke waktu terbentuklah menara-menara batu kars yang saat ini disebut Stone Forest (wikipedia). Bebatuan ini berdiri dengan tinggi yang berbeda, dengan pepohonan hijau di sela-selanya. Batu yang paling tinggi di sini mencapai 30 meter.







Mak Er happy banget 😊


Formasi batuan yang luar biasa dan sayang sekali saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.... tapi ada beberapa foto-foto yang saya harap akan menggambarkan bagaimana megahnya Stone Forest ini.

ada puisi tertulis di dinding kars, semoga bisa terlihat



Menurut legenda yang beredar di masyarakat lokal yang menceritakan mengenai Shilin. Konon, Stone Forest ini adalah tempat kelahiran seorang gadis dari suku Yi yang bernama Ashima. Saat beranjak dewasa, ia jatuh cinta kepada seorang pria namun tidak disetujui oleh orangtuanya. Maka ia lari ke hutan batu ini dan menjadi salah satu batu di dalam hutan tersebut.


Batu Ashima





Cerita Petualangan kami yang lain di Yunnan:



tour guide lokal @Stone Forest






souvenir dari Stone Forest, Kunming

Yunnan Map

The Stone Forest, our home, shall be beautiful and civilized.






Senin, 03 Februari 2014

Guishan Monastery, Shangri La - Yunnan.




Dari Ganden Sumtseling Monastery, kami melanjutkan petualangan menuju Guishan Monastery terletak di Guishan Hill Park - Shangri-La yang berada di bukit yang menghadap alun-alun besar di ujung utara Shangri La oldtown, dari penginapan kami hanya berjalan kaki. Kuil ini tenang dan indah terlihat, sehingga sering dinamai temple of heaven begitu mereka menyebutnya. Ada giant prayer wheel yang berwarna emas dengan tingginya mencapai sekitar 21 meter dengan berat 60 ton sehingga untuk menariknya perlu banyak orang biar lebih mudah rodanya berputar. Ingat loh... untuk memutarnya searah jarum jam. Tak ketinggalan kami pun ikut mencobanya.... seru! 






Tidak sulit untuk menemukan kuil ini, karna letaknya diatas bukit sehingga bisa terlihat dari jauh. Sambil berjalan kaki dari penginapan kita bisa menikmati suasana kesibukan penduduk lokal oldtown dalam beraktivitas, belum lagi suasana oldtown dengan bangunan-bangunan yang unik dan otentik. Lumayan juga menaiki anak tangga menuju kuil ini... bikin ngos-ngosan! Kuil dihiasi prayer flags yang berwarna-warni khas Tibet banyak disekitar jalan yang kita lalui. Tidak hanya orang tua yang berdatangan, anak-anak pun mereka bawa, sambil ibadah mungkin sekalian piknik kali yaa.... 😁








Sebelum memasuki ibadah ke dalam kuil, terlihat masyarakat berkeliling kuil utama searah jarum jam sambil memegang tasbih doa dan kami pun mengikuti berjalan searah jarum jam..... hingga menemukan giant prayer wheel yang berada di Guishan Monastery.




Ada relief Ganden Sumtseling Monastery juga. 

relief yang ada di giant prayer wheel.





Untuk mengunjungi kuil ini tidak dipungut bayaran, kita bisa melihat warga lokal beribadah di kuil ini. Ada yang memutari kuil sambil membawa tasbih dan berdoa. Ada juga yang berdoa sambil memutar prayer wheel raksasa dengan beramai-ramai.... ya, kalau sendiri roda doa raksasa itu sulit diputar karna terlalu berat. Ini mengingatkan saya akan makna kekuatan doa itu sendiri, jika kita berdoa bersama-sama doa itu akan semakin kuat untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa. Sebuah contoh yang sangat bermakna...!






Menikmati sore sambil duduk-duduk diatas bukit kuil ini sangat mengasyikan, selain melihat kesibukan warga lokal beribadah kita juga bisa menikmati pemandangan Oldtown. Indah dalam nuansa senja. Jangan lupa membawa bekal makanan dan minuman karena kuil ini tidak menyediakan warung jajanan.... dan setelah makan sampahnya buang ketempat sampah yaa. 😉




atap rumah Shangri La oldtown dari bukit Guishan Monastery




Tidak terasa waktu cepat berjalan, matahari sudah mulai tidur dan sinar pun digantikan bulan serta lampu-lampu kuil yang berwara-warni menghias sekitar, tidak mau dilewatkan begitu saja... mengabadikan keindahan kuil tidak membuat rasa lelah... hingga kami terpaksa balik ke penginakan karna dingin semakin menusuk tulang...saat itu tidak tahu pasti berapa derajad suhu saat itu... mungkin sekitar 5-10 derajad celcius.






Dari kota yang kami kunjungi di Yunnan, Shangri-la adalah favorit saya, mengalahkan Kunming, Lijiang dan Dali serta Deqin... entah itu suasana kotanya, makanannya, budayanya...semua mengagumkan, yang tidak saya suka udaranya yang menusuk tulang membuat saya tidak bisa berlama-lama diluar ruangan. Perjalanan di awal bulan Maret ini masih sangat dingin terasa gghrrrrgh!




Apapun juga; Shangri La saya anggap layak menyandang namanya. Sedikit banyak saya merasakan magic kedamaian, keagungan.... dan mungkin secercah kebahagiaan disini. Jika ada kesempatan, berkunjunglah ke Shangri La sebelum arus globalisasi membenamkan suasananya.









Musim Semi Rasa Winter di Dolomites

Dari keindahan alam, laut mediterania hingga bangunan-bangunan kuno peninggalan sejarah, Italia memang merupakan salah satu negara te...